Rusia Tuduh Ukraina Buat Senjata Nuklir 'Bom Kotor'

Sayang, sumber tersebut tidak mengutip bukti-bukti mengenai kemungkinan Ukraina membuat senjata nuklir bernama "bom kotor".

Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
HANDOUT/JOINT FORCES OPERATION PRESS SERVICE/AFP
Foto Joint Forces Operation Press Service pada 4 Maret 2022 terkait puing-puing pesawat Sukhoi Su-25 Rusia di luar kota Volnovakha. 

TRIBUNJOGJA.COM - Media Rusia mengutip sumber anonim mengatakan bahwa Ukraina membuat senjata nuklir bernama "bom kotor".

Menurut media Rusia, dikutip Tribunjogja.com dari Reuters, Minggu (6/3/2022), senjata nuklir "bom kotor" buatan Ukraina berbasis plutonium.

Sayang, sumber tersebut tidak mengutip bukti-bukti mengenai kemungkinan Ukraina membuat senjata nuklir bernama "bom kotor".

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu untuk "demiliterisasi" dan "denazifikasi".

Negara Barat menolak alasan itu sebagai dalih, menanggapi dengan sanksi keras terhadap Moskow dan bantuan militer ke Kiev, Ukraina.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina, Vladimir Putin: Sanksi Negara Barat Seperti Deklarasi Perang

Kantor berita TASS, RIA, dan Interfax, mengutip otoritas Rusia menyebut, Ukraina sedang mengembangkan senjata nuklir di Chernobyl.

Chernobyl adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang hancur dan ditutup pada 2000.

Pemerintah Ukraina menyatakan tidak memiliki rencana untuk bergabung kembali dengan klub nuklir setelah penyerahan pada 1994.

Ukraina menyerahkan senjata nuklir pada 1994 setelah Uni Soviet pecah.

Sebelum invasi, Vladimir Putin mengatakan via pidato bahwa Ukraina menggunakan pengetahuan Uni Soviet untuk membuat senjata nuklir.

Menurutnya, tindakan Ukraina itu sama saja dengan mempersiapkan serangan terhadap Rusia.

Baca juga: Kabar Terbaru Perang Rusia Ukraina, Jubir Kemenhan Rusia Klaim Hancurkan 2.203 Target

Namun, Vladimir Putin tidak mengutip bukti untuk klaim tersebut.

Di lain sisi, Kementerian Luar Negeri Rusia meminta Uni Eropa dan negara-negara NATO untuk berhenti memasok senjata ke Ukraina.

Moskow khawatir rudal Stinger anti-udara portabel dapat berakhir di tangan teroris, yang akan menjadi ancaman bagi maskapai penerbangan.

Uni Eropa dan NATO belum menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved