Perang Rusia-Ukraina, Vladimir Putin: Sanksi Negara Barat Seperti Deklarasi Perang

Vladimir Putin mengulangi pernyataan bahwa invasi Rusia untuk membela komunitas melalui demiliterisasi dan de-Nazifikasi.

Tayang:
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menggambarkan sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat atas invasi ke Ukraina seperti deklarasi perang.

Vladimir Putin juga memperingatkan, setiap upaya untuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina akan dianggap sebagai partisipasi konflik bersenjata.

Seperti dikutip Tribunjogja.com dari BBC, Minggu (6/3/2022), Vladimir Putin menolak saran pemberlakuan keadaan darurat atau darurat militer di Rusia.

Putin membuat pernyataan tersebut saat berbicara di pusat pelatihan Aeroflot di dekat Moskow.

Sejak invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022, negara-negara Barat memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Rusia, termasuk pembekuan aset asing Vladimir Putin.

Negara-negara Barat juga membuat pengecualian sejumlah bank Rusia dari sistem pembayaran internasional Swift.

Tak cukup, banyak perusahaan multinasional, termasuk Zara, Paypal, dan Samsung, menghentikan operasional di Rusia.

Langkah-langkah ekonomi telah mengakibatkan nilai rubel jatuh dan memaksa bank sentral Rusia untuk menggandakan suku bunga.

Baca juga: Kabar Terbaru Perang Rusia Ukraina, Jubir Kemenhan Rusia Klaim Hancurkan 2.203 Target

Vladimir Putin berusaha membenarkan perang di Ukraina, mengulangi pernyataan bahwa invasi Rusia untuk membela komunitas melalui demiliterisasi dan de-Nazifikasi.

Menanggapi tuduhan analis pertahanan Barat bahwa kampanye militer Rusia berjalan kurang baik dari yang diharapkan, Vladimir Putin pun mengelak.

"Tentara kami akan menjalankan semua tugas. Saya tidak meragukannya. Semuanya akan berjalan sesuai rencana," tegas Vladimir Putin.

Ia menambahkan bahwa hanya tentara profesional yang mengambil bagian dalam peperangan dan tidak ada wajib militer yang terlibat.

Vladimir Putin melanjutkan, upaya untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina akan dianggap oleh Rusia sebagai langkah dalam konflik militer.

Ia menyebut, pengumuman darurat militer di Rusia hanya akan diambil dalam "contoh agresi eksternal di area aktivitas militer tertentu".

Ada desas-desus bahwa Vladimir Putin berencana untuk mengumumkan darurat militer, yaitu ketika hukum sipil normal ditangguhkan atau militer mengambil alih fungsi pemerintah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved