BREAKING NEWS : Perempuan Paruh Baya Tabrakkan Diri ke Kereta Api di Moyudan Sleman

Korban diduga stres karena faktor ekonomi dan nekat menabrakkan dirinya ke kereta api yang sedang melintas. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Petugas Kepolisian bersama relawan saat mengevakuasi tubuh korban kecelakaan kereta api di Moyudan Sleman, Sabtu (22/10/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang perempuan paruh baya berinisial As (55) warga Sumberagung, Moyudan, Kabupaten Sleman meninggal dunia tertabrak kereta api, pada Sabtu (22/10/2022) pagi.

Korban diduga stres karena faktor ekonomi dan nekat menabrakkan dirinya ke kereta api yang sedang melintas. 

Kapolsek Moyudan, Polresta Sleman, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eko Haryanto menceritakan korban tertabrak kereta api sekira pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, kronologi kejadian bermula ketika pagi itu korban naik sepeda angin dan turun ke bawah jembatan Gamplong, Moyudan, lalu menuju jalur kereta api.

Bersamaan saat itu, melaju kereta api barang pengangkut semen dengan nomor KA 2721 B dari arah timur menuju ke barat. 

"Korban kemudian menabrakkan diri dan terjadilah laka kereta. Masinis melaporkan kejadian tersebut ke stasiun kereta Sentolo," kata Eko kepada Tribun Jogja, Sabtu (22/10/2022). 

Ciri-ciri korban yang tertabrak kereta memiliki tinggi badan lebih kurang 150 centimeter.

Saat kejadian, mengenakan kaus warna abu-abu bermotif ranting, celana pendek warna coklat, dan kerudung abu-abu.

Kondisi tubuh korban setelah tertabrak kereta api terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka.

Antara lain, kepala bagian belakang dan atas pecah serta badan lecet-lecet. 

Setelah menerima laporan kejadian laka kereta api, petugas dari Inafis Polresta Sleman, Polsek Moyudan, PMI Kabupaten Sleman, dan relawan dari SAR DIY Kapanewon Moyudan langsung datang ke lokasi kejadian untuk selanjutnya mengevakuasi tubuh korban.

Menurut Eko, korban nekat menabrakkan diri ke kereta api diduga karena persoalan ekonomi. 

"(Dugaan sementara) stres karena ekonomi," katanya. Saat ini jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved