Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Update Dugaan Intimidasi di SMAN 1 Wates, Wali Murid Cerita ke Kapolri

Selain melapor resmi ke Polda DIY, pelapor menceritakan dugaan intimidasi itu kepada Kapolri melalui aplikasi layanan pesan instan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Agung Purnomo, didampingi LBH Yogya sedang melaporkan kasus dugaan intimadasi dan penyekapan di Mapolda DIY, Sabtu (1/10/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus dugaan intimidasi terhadap Agung Purnomo, seorang wali murid yang mempertanyakan pengadaan seragam di SMAN 1 Wates terus bergulir.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY sudah melakukan pemeriksaan.

Selain melapor resmi ke Polda DIY, Agung pun menceritakan dugaan intimidasi itu kepada Kapolri , Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui aplikasi layanan pesan instan.

"Saya sudah Whatsapp Pak Kapolri, Jenderal Sigit Listyo Prabowo. Saya minta bantuan. Saya sudah berikan kronologi. Tetapi sampai sekarang belum ada balasan. Mudah-mudahan beliau peduli dengan permasalahan saya di Kulon Progo ini," ucap Agung, Kamis (6/10/2022).

Menurut Agung, apa yang dialami saat dirinya dipanggil di kantor Satpol PP Kulon Progo adalah dugaan intimidasi dan penyekapan.

Baca juga: Wali Murid SMAN 1 Wates Diduga Diintimidasi Sekolah, Sekda DIY: Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Ia dengan tegas membantah ketika ada pihak mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/10/2022) sore itu hanya sekadar dialog yang berlangsung alot.

Agung berani bersumpah atas nama Tuhannya bahwa dugaan intimidasi dan penyekapan itu benar-benar terjadi.

"Kalau saya disuruh bersumpah mubahalah, saya akan bersumpah demi Allah bahwa apa yang saya alami itu adalah benar-benar sebuah intimidasi dan ancaman. Sumpah mubahalah, apabila saya bohong, maka Allah akan melaknat saya di dunia dan di akhirat. Dan jika saya berbohong dan saya berdusta, maka demi Allah, Islam saya telah gugur dan murtad-lah saya hari ini," tegas Agung. "Sebaliknya, berani enggak mereka bersumpah seperti itu," imbuhnya.

Mereka yang dimaksud Agung adalah sejumlah orang yang berada di dalam ruangan Kasatpol PP Kulon Progo saat peristiwa dugaan intimidasi dan penyekapan itu terjadi.

Agung sudah melaporkan peristiwa dugaan intimidasi ini ke Polda DIY pada Sabtu (1/10) didampingi LBH Yogyakarta.

Prosesnya kini terus bergulir. Pada Rabu (5/10) Agung dipanggil oleh Ditreskrimum Polda DIY untuk melengkapi keterangan.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto membenarkan jika pelapor sudah diperiksa. Sedangkan untuk pihak-pihak lainnya sedang dikirim panggilan. "Insyaallah minggu depan saksi-saksi lain sudah diperiksa," jelas Yuli.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana, menyebut tidak ada intimidasi dan penyekapan yang dilakukan terhadap Agung Purnomo lantaran memprotes kebijakan pengadaan seragam SMAN 1 Wates .

Informasi itu diperoleh setelah pihaknya meminta klarifikasi terhadap sejumlah pihak.

Mulai dari Kepala Satpol PP Kulon Progo, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kulon Progo, komite sekolah, dan Kepala SMAN 1 Wates .

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved