HUT Kota Yogyakarta

Kenapa HUT Kota Yogyakarta Jatuh Pada Tanggal 7 Oktober? Begini Sejarah Lengkapnya

Selama setahun, Sultan Hamengku Buwono I mencari lokasi bagi istana barunya. Versi lainnya seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari berbagai sumber

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kenapa HUT Kota Yogyakarta Jatuh Pada Tanggal 7 Oktober? Begini Sejarah Lengkapnya 

TRIBUNJOGJA.COM - HUT Kota Yogyakarta jatuh setiap tanggal 7 Oktober. Menjelang HUT Kota Yogyakarta yang ke-266 ini, pasti akan banyak agenda yang wajib Tribunners ikuti ya.

Lantas apakah Kota Yogyakarta dibentuk pada tanggal 7 Oktober? Sebenarnya tak ada yang tahu pasti kapan Kota Yogyakarta didirikan.

Kota pelajar yang menyimpan banyak sejuta kenangan ini memang mempunyai banyak penyebutan antara lain Yogyakarta, Jogja, Yogya dan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sebelum resmi menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta berawal dari adanya Perjanjian Gianti pada Tanggal 13 Februari 1755.

Perjanjian itu ditandatangani pihak Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel.

Dalam isinya, Negara Mataram yang terbagi dua, setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi.

Karena perjanjian itulah Pangeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Setelah perjanjian itulah, Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan daerah Mataram dengan memberi nama Ngayogyakarta hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta).

Baca juga: Ayo Merapat! Ini Agenda HUT ke-266 Kota Yogyakarta Besok Hingga 9 Oktober 2022

Ketetapan ini diumumkan pada 13 Maret 1755.

Kraton Ngajogjokarto saat Sultan Hamengku Buwono I belum mempunyai istana tetap, beliau pun bertahta di pesanggrahan di wilayah Gunung Gamping. Istananya disebut Ngambar Ketawang. Terhitung sejak 9 Oktober 1755 Sultan Hamengku Buwono I tinggal di sana. 

Selama setahun, Sri Sultan Hamengku Buwono I mencari lokasi bagi istana barunya.

Saat itulah, Sultan Hamengku Buwono I menemukan Hutan Beringan.

Disanalah, Kraton Ngajogjokarto Adiningrat berdiri.

Ia pun mulai menempati istana barunya pada Kamis Paing, 7 Oktober 1756.

Baca juga: Catat Jadwal Acara HUT ke-266 Jogja Pekan Ini di Tugu Jogja, Pasar Beringharjo, dan XT Square

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved