Kerusuhan Arema FC Vs Persebaya

Hasil Kerja Tim Gabungan Ungkap Penyebab Awal Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Orang

penyebab awal tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang adalah faktor pengendalian keamanan dan regulasi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Surya Malang/Purwanto
KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi di Stadion Kanjuruhan 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan bertekad mencari akar permasalahan dan penyebab tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang pascalaga Arema vs Persebaya. 

Sementara ini, update terbaru hasil kinerja tim gabungan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Menurutnya, penyebab awal tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang adalah faktor pengendalian keamanan dan regulasi.

Walau demikian, Mahfud MD mengungkap ada faktor lain yang juga jadi penyebab tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut.

“Banyak faktor. Pada temuan awal, stadion termasuk faktor yang dicatat turut menjadi penyebab tragedi itu. Faktor-faktor lainnya adalah penyelenggara dan panpelnya, pengendalian keamanan, suporter, regulasi, dan lain-lain,” ujar Mahfud ketika dikonfirmasi, Kamis (6/10/2022).

Ungkap akar masalah

Tribun Jogja mengutip laporan kompas.com, Mahfud menjelaskan, TGIPF Tragedi Kanjuruhan berusaha mencari akar permasalahan tragedi kemanusiaan tersebut.

Dalam penjelasannya, hasil investigasi terhadap sebuah tragedi semacam itu kerap menunjukkan hasil temuan yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan.

Namun, kata Mahfud, akar permasalahannya tidak terungkap.

“Ini menjadi pukulan bagi kita karena bukan hanya menjadi masalah nasional, tapi juga menjadi sorotan dunia internasional,” ujar Mahfud MD.

Audit stadion

Mahfud mengungkapkan, Presiden Joko Wiododo (Jokowi) telah meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera meneliti dan memperbaiki semua stadion di Indonesia.

“Agar memenuhi standar yang diatur secara internasional maupun nasional,” ujar Mahfud.

Jumlah korban

Data terakhir jumlah korban tragedi Stadion Kanjuruhan menurut polisi telah berubah dari 125 orang tewas menjadi 131 orang.

Berdasarkan data Kementerian PPPA, 33 di antara para korban yang sejauh ini teridentifikasi merupakan anak-anak usia 4-17 tahun.

Aremania mencatat data lain bahwa hingga Selasa (4/10/2022) malam, 4 orang anak belum ditemukan.

()

Artikel tayang di https://nasional.kompas.com/read/2022/10/06/mahfud-beberkan-temuan-awal-dari-tragedi-kanjuruhan-yang-tewaskan-131-orang

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved