Berita Bantul Hari Ini

Penangkapan Anggota DPRD Bantul Tak Pengaruhi Kinerja Dewan

ESJ telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan terkait penerimaan ASN, baik CPNS maupun PPPK.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Petugas kepolisian dari Direktorat Kriminal Umum Polda DIY belum lama ini menangkap seorang anggota dewan DPRD Bantul ,ESJ.

Adapun ESJ telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan terkait penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Bantul .

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Bantul , Hanung Raharjo mengaku prihatin atas kasus yang menimpa anggotanya.

Ia pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali, baik untuk ESJ maupun anggota dewan yang lain sehingga nama baik DPRD dapat terus terjaga.

Baca juga: BREAKING NEWS : Polda DIY Tangkap Anggota DPRD Bantul Terkait Kasus Dugaan Penipuan

Pun dengan kasus yang dialami ESJ, Hanung menyatakan bahwa hal itu tidak mengganggu kinerja DPRD Bantul .

"Kita tidak terganggu dengan jalannya kegiatan kedewanan. Karena sifatnya kolektif kolegial, ketika salah satu tidak bisa, bisa ditutup dengan yang lain," ujarnya saat dihubungi Rabu (5/10/2022).

Terlebih di DPRD masih memiliki 44 anggota di dalamnya.

Sehingga Hanung menyatakan bahwa tidak akan ada kendala atau halangan dalam menunaikan tugas-tugasnya.  

Adapun ESJ merupakan anggota DPRD Bantul yang tergabung sebagai anggota Komisi D dari fraksi Partai Gerindra.
 
Hanung pun menyatakan bahwa ESJ masih tetap menerima hak-haknya sebagai anggota Dewan karena kasusnya belum inkrah atau belum benar-benar terbukti sesuai keputusan pengadilan.
 
Kecuali jika yang bersangkutan atau ESJ dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dari partainya.

Namun sampai Rabu ini belum ada pengajuan PAW ESJ dari Gerindra.

"Kalau PAW masih menunggu inkrah dan tergantung fraksi kira-kira apa tindak lanjutnya, baru nanti dari dewan akan tindak lanjuti," terangnya.

Baca juga: Anggota DPRD Bantul Terlibat Masalah Hukum Pidana, Gerindra : Itu adalah Ranah Pribadi

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bantul , Darwinto menyatakan bahwa terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) atas kedudukan ESJ sebagai anggota DPRD Bantul , termasuk posisinya sebagai wakil ketua DPC Gerindra Bantul , Darwinto mengaku masih harus menunggu keputusan inkracht di pengadilan untuk kasus tersebut.

Baru setelahnya, partai akan mengusulkan untuk sidang melalui Mahkamah Partai Gerindra sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai.  

Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke penegak hukum, tentu dengan tidak meninggalkan asas praduga tak bersalah.

Dan karena itu adalah urusan pribadi, maka partai juga tidak memberikan pendampingan hukum kepada ESJ. 

Hanya saja, secara personal, Darwinto akan mendukung ESJ dalam menghadapi proses hukum.  

"Tidak ada pendampingan hukum dari Gerindra karena ini tidak ada kaitannya dengan partai, itu ranah pribadi ESJ monggo diselesaikan. Kita hanya bisa support secara pribadi bukan partai," tambahnya.( Tribunjogja.com )  

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved