Berita Bisnis Terkini

Imbas Harga Kedelai Naik, Transaksi Pedagang Kedelai di Pasar Beringharjo Menurun

Harga kedelai impor yang dijual pada saat ini sebesar Rp13.500 per kilogram dari yang sebelumnya Rp12.000 per kilogram.

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Dedy Suharto (48), Pemilik Ude Tiga Putra yang berada di lantai dua Pasar Beringharjo bagian timur, sedang memegang kedelai import, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga kedelai impor di Daerah Istimewa Yogyakarta kini mengalami kenaikan.

Hal itu pun membuat beberapa pedagang kedelai mengalami penurunan penjualan.

Dedy Suharto (48), Pemilik Ude Tiga Putra yang berada di lantai dua Pasar Beringharjo bagian timur, mengatakan, kini, rata-rata kedelai impor yang dijualnya hanya sebesar 15 kilogram per hari.

"Sudah dua minggu harga kedelai impor naik. Karena rata-rata pelanggan saya itu dari pedagang-pedagang kecil saja dan bukan bukan pembuat tempe dan tahu, jadi biasanya saya menjual sekitar 18-20 kilogram per hari," katanya kepada Tribunjogja.com di Pasar Beringharjob, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Perajin Tahu dan Tempe di Magelang Terpaksa Kurangi Produksi

Sementara itu, harga kedelai impor yang dijualnya pada saat ini sebesar Rp13.500 per kilogram dari yang sebelumnya Rp12.000 per kilogram.

Adanya kenaikan harga itu tentu membuat beberapa konsumen mengeluh.

Sebab, walau kedelai tersebut bukan bahan konsumsi utama namun masih dipergunakan untuk beberapa kebutuhan lainnya. 

Ia pun berharap, kenaikan harga kedelai impor tidak berlangsung lama.

Sebab, adanya kualitas kedelai impor yang dianggap lebih bagus dari pada kedelai lokal, membuat beberapa konsumen masih tetap bertahan mengkonsumsi kedelai impor itu.

Baca juga: Imbas Harga Kedelai Impor Meroket, Pengusaha Tahu di Kulon Progo Pilih Kurangi Produksi dan Ukuran

"Apalagi kalau harga terjangkau penjualannya bisa enak. Kalau harga mahal seperti itu otomatis kan daya belinya menurun. Kalau bisa sih seperti dulu saja, di bawah Rp10.000 per kilogramnya," pintanya.

Kendati demikian, Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Muda Disperindag DIY, Sabar Santoso, mengatakan, saat ini asosiasi kedelai sering membeli kedelai di beberapa tempat.

"Sekarang asosiasi kedelai itu ada yang membeli di asosiasinya. Ada juga dari asosiasi yang membeli langsung ke Semarang dan ada anggotanya yang membeli di Yogya," ucapnya. 

Oleh karena itu harga-harga kedelai di pasaran tergantung dengan supply demand-nya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved