Breaking News:

Berita Bisnis Terkini

Imbas Harga Kedelai Impor Meroket, Pengusaha Tahu di Kulon Progo Pilih Kurangi Produksi dan Ukuran

Pengusaha tahu di Kabupaten Kulon Progo memilih untuk mengurangi produksi dan ukuran tahu pasca harga kedelai impor kembali meroket. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Seorang pegawai di Produsen Tahu yang berada di Dusun Wonobroto, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo tengah mengukur dan mengiris tahu sebelum dipasarkan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengusaha tahu di Kabupaten Kulon Progo memilih untuk mengurangi produksi dan ukuran tahu pasca harga kedelai impor kembali meroket. 

Langkah itu diambil guna menekan kerugian yang semakin besar. 

Seorang produsen tahu di Dusun Wonobroto, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Dawud mengatakan kenaikan harga kedelai impor terjadi sejak sepekan yang lalu.

Dari yang semula harganya Rp 9.000 per kilogram (kg) kini menjadi Rp 13.000 per kg.

Baca juga: Petani di Bantul Panen Raya Hasil Pengembangan Smart Agricultural Enterprise Kedelai UGM

Adapun, kedelai impor dibelinya dari seorang pemasok di wilayah setempat. 

Dia menyebut, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut mengerek naiknya harga kedelai impor. 

Cara menyiasatinya, ia lebih memilih untuk mengurangi produksi dan ukuran tahu

"Sekarang buat (tahunya) sedikit-sedikit, gak sampai 1 kwintal padahal dulu bisa 1,5 kwintal. Untuk ukuran tahu juga diperkecil. Misalnya ukuran 61 sentimeter (cm) dibagi menjadi 11," katanya saat ditemui, Rabu (28/9/2022). 

Upaya mengecilkan ukuran tahu dinilai lebih efektif ketimbang menaikkan harga jual tahu.

Dikarenakan, jika harga jual dinaikkan para pembeli dikhawatirkan bisa lari.

Adapun, harga jual tahu juga menyesuaikan dengan ukurannya. 

Baca juga: DKPP Bersama Kelompok Tani Berusaha Mengembangkan Varietas Kedelai Asli Bantul

"Ada yang dijual Rp 1.000 dapat 4 yang ukuran kecil. Sementara, yang tanggung dijual Rp 400 dan besar Rp 1.000," ucapnya. 

Akibat kenaikan tersebut, ia mengharapkan pemerintah bisa menekan harga kedelai impor sebagai bahan utama pembuatan tahu

Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo di enam pasar tradisional, harga kedelai impor lebih dari Rp 14.000 per kg.

"Stabil di harga Rp 14.050 per kg di bulan ini Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada 17 September mencapai Rp 14.440 per kg," kata Endang Zulywanti, Kepala Bidang Perdagangan, Disdagin Kulon Progo

Meski harganya naik, ia mengklaim ketersediaan stok kedelai impor di Kulon Progo cukup aman sebanyak 19,55 ton. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved