Sah! Pengurus Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia PWI DIY Dilantik
Pengurus dan Pengawas Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi dilantik.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus dan Pengawas Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2025-2028 resmi dilantik oleh Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Umbulharjo, Kamis (12/9/2025)
Susunan pengurus periode 2025–2028 terdiri atas Ketua Sayyid Mussahada, Wakil Ketua Swasto Dayanto, Bendahara Hanik Atfiati, Wakil Bendahara I HM Sobirin, Wakil Bendahara II Ferry Astuti, Sekretaris Wisnu Wardhana, dan Wakil Sekretaris Yulia Puspitasari.
Sementara itu, jajaran pengawas diisi oleh Ketua Hudono, Sekretaris Ki Bambang Widodo, dan Anggota Widyo Suprayogi.
Dalam sambutannya, Tri Karyadi mengingatkan pengurus dan pengawas agar segera bekerja nyata.
Menurutnya, kebangkitan koperasi ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan anggota melalui kegiatan ekonomi kreatif berbasis media.
“Maju mundurnya koperasi tidak hanya ditentukan pengurus dan pengawas, tetapi juga peran aktif seluruh anggota,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara pelantikan Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY Hj Sri Surya Widati.
Tri Karyadi menambahkan, selama ini insan media dikenal kuat dalam dunia kepenulisan, namun belum optimal pada sektor ekonomi.
Ia berharap koperasi menjadi ruang kolaborasi, tidak hanya untuk bertukar informasi, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi kreatif.
“Tapi kegiatan koperasi harus inline dengan semangat bagaimana pena menjadi penggerak ekonomi bagi anggotanya,” imbuhnya.
Ketua PWI DIY, Hudono, menekankan pentingnya koperasi sebagai sarana peningkatan kesejahteraan wartawan di tengah tantangan industri media yang kian berat.
Ia berharap koperasi mampu menjadi tumpuan bagi anggota untuk mengembangkan kreativitas dan ekonomi rumah tangga.
“Kita tidak perlu menciptakan sentra ekonomi baru, tetapi mengoptimalkan usaha yang sudah ada agar berkembang lebih baik,” katanya.
Hudono juga mengajak seluruh anggota PWI dan koperasi untuk memanfaatkan wadah ini sebagai rumah bersama. “Selain mendukung kesejahteraan, koperasi juga harus menjadi ruang bagi wartawan untuk terus mengembangkan idealisme dalam dunia jurnalistik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Sayyid Mussahada memaparkan langkah awal yang akan dilakukan, yakni menertibkan administrasi, rapat anggota tahunan (RAT), dan iuran anggota.
Setelah itu, koperasi akan memperluas usaha di bidang jasa, termasuk pelatihan, periklanan, wisata, serta berbagai program peningkatan kapasitas anggota.
“Kami berharap anggota PWI maupun masyarakat yang berminat dapat bergabung untuk bersama-sama membesarkan koperasi ini,” ujarnya. (*)
| Pemda DIY Mitigasi Dampak Pemotongan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Babak Baru Dugaan Kasus Penggelapan Uang Koperasi di Jogja, Tersangka Sempat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Ikuti Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Kulon Progo Harus Alokasikan PPPK untuk Mendampingi KDMP |
|
|---|
| JPW Desak Polresta Yogyakarta Lakukan Penahanan Tersangka AY pada Kasus Gagal Bayar Kospin PAM |
|
|---|
| Pengalihan 58 Persen Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih Dinilai Melemahkan Otonomi Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pena-kencana-lantik.jpg)