Berita Bantul Hari Ini

Bupati Bantul Mempresentasikan Potensi Industri Kreatif di ICCN 2022

Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2022 telah diselenggarakan di Jakarta Rabu (28/9/2022) kemarin.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Abdul Halim Muslih memaparkan potensi industri kreatif Kabupaten Bantul di Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2022 Rabu (28/9/2022) kemarin. 

BANTUL, TRIBUN - Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2022 telah diselenggarakan di Jakarta Rabu (28/9/2022) kemarin.

Dalam acara tersebut, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menjadi satu dari beberapa kepala daerah yang berkesempatan memaparkan potensi industri kreatif daerahnya.

Bupati Bantul memaparkan besarnya potensi industri kreatif di Bantul.

Baca juga: Cerita Prilly Latuconsina Mengajar di Fisipol UGM, Ikut Belajar dari Para Mahasiswa

Ia menyatakan, Bantul merupakan kabupaten yang telah memiliki budaya kreatif sudah dahulu, berbagai jenis hasil industri kreatif dengan berbagai bahan baku ada di Bantul.

Industri kreatif sebagai salah satu potensi lokal akan akan terus didukung untuk berkembang hal ini sesuai dengan pendayagunaan misi pemerintah Bantul saat ini yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat.

Adapun diungkapkannya, Bantul terdapat 44 sentra industri kreatif dari total keseluruhan 75 sentra yang tersebar di seluruh kapanewon di Bantul. 

Jenis industri kreatifnya pun cukup beragam seperti kulit, batik, kayu, jamu, keris, bambu, mebel, eceng gondok, anyaman dan olahan sampah.

Jumlah pelaku usaha industri kecil 25.442 IKM dengan serapan tenaga kerja sebanyak 105.404 orang.

Berdasarkan data yang dipaparkan Abdul Halim, Bantul merupakan kabupaten penyangga ekspor DIY.

"70 persen ekspor industri kreatif, khususnya kerajinan DIY berasal dari Bantul dengan nilai ekspor Rp 2.3 triliun, maka tidak ada keraguan lagi bagi Bantul untuk mendorong perkembangan ekosistem industri kreatif Bantul sebagai salah satu program strategis," tambah Bupati.

Bupati dalam kesempatan tersebut juga mengajak para peserta Rakernas dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkolaborasi utamanya dalam penyediaan bahan baku industri kreatif di Bantul.

"Bantul ini sangat lengkap industri kreatifnya dengan berbagai bahan baku namun tidak memiliki sumber daya bahan baku, maka pada kesempatan ini saya mengundang seluruh pihak dari berbagai daerah untuk datang ke Bantul untuk berkolaborasi bersama," tandasnya.

Baca juga: BPKP Kawal Penyaluran BLT BBM, Realisasi Sentuh 95,9 Persen

Saat ini Pemkab Bantul terus berupaya memasukan Bantul masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Untuk menguatkan gerak langkah Bantul menuju kota kreatif dunia, Bupati mengukuhkan Forum Komunitas Ekonomi Kreatif, belum lama ini. Forum ini berisi akademisi, praktisi, asosiasi dan unsur seniman.

Pihaknya juga telah menyiapkan program, salah satunya adalah peningkatan keterampilan tenaga SDM ekonomi kreatif guna memfasilitasi para pemilik industri kreatif di Kabupaten Bantul.  

Forum Komunitas Ekonomi Kreatif Kabupaten Bantul yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 338 Tahun 2022 ini diharapkan dapat melakukan intermediasi antara pelaku ekonomi kreatif dengan pemangku kebijakan.

"Selain itu turut serta membantu dalam menyusun road map untuk menuju Bantul sebagai kota kreatif dunia," ujarnya. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved