DLH Gunungkidul Akan Lakukan Normalisasi Alun-alun Wonosari

Normalisasi yang dilakukan berupa menyamakan ketinggian permukaan Alun-alun. Khususnya antara sebelah barat dan timurnya.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Suasana Alun-alun Wonosari, Gunungkidul belum lama ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul akan melakukan normalisasi Alun-alun sebagai bagian dari program revitalisasi wajah Kota Wonosari. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pengerjaan proyek besar revitalisasi wajah Kota Wonosari akan segera dimulai.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun dilibatkan, salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sekretaris DLH Gunungkidul, Madyarina Mulyaningsih pihaknya diberi kewenangan untuk penataan kembali kawasan Alun-alun Wonosari.

"Kewenangan kami hanya pemeliharaan dan normalisasi Alun-alun," kata Madyarina pada Minggu (25/09/2022).

Ia menjelaskan, normalisasi yang dilakukan berupa menyamakan ketinggian permukaan Alun-alun. Khususnya antara sebelah barat dan timurnya.

Selain itu, Madyarina juga mengatakan pihaknya akan menata ulang tanaman yang ada di sekitar Alun-alun.

Termasuk akan melakukan penanaman rumput di sana.

"Prosesnya juga bekerjasama dengan pihak ketiga yang jadi pemenang lelang," ungkapnya.

Menurut Madyarina, kontrak kerjasama tersebut sudah diteken dan pengerjaan normalisasi Alun-alun akan segera dilakukan.

Pihaknya pun juga melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul pun turut melakukan sosialisasi.

Khususnya terkait pembenahan Bundaran Siyono, sebagai bagian dari proyek revitalisasi.

Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan sosialisasi diperlukan agar ada masukan dari masyarakat terkait proses pengerjaan proyek tersebut.

"Masukan-masukan ini akan jadi tambahan kami," kata Irawan belum lama ini.

Pihaknya pun juga berencana mengganti tanaman perindang di ruas Jalan Yogya-Wonosari dalam kawasan Bundaran Siyono hingga Simpang Kranon. Koordinasi dilakukan hingga tingkat provinsi mengingat statusnya jalan nasional.

Irawan mengatakan akan menanam pohon Asem Jawa di sepanjang Jalan Yogya-Wonosari dari Bundaran Siyono hingga Kranon.

Pohon ini dipilih karena dinilai sudah menjadi ciri khas DIY.

"Ada sekitar 150 pohon yang akan diganti, dan jaraknya akan diatur," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved