Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 24 September 2022: Keluarkan 1 Kali Guguran Lava Pijar Jarak 1.600 Meter

Gunung Merapi teramati mengeluarkan guguran lava pijar 1 kali dengan jarak luncur 1.600 meter ke barat daya, Sabtu (24/9/2022).

dok.istimewa/PGM Babadan
Penampakan Gunung Merapi dari Pos Babadan, Jumat (5/8/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengeluarkan guguran lava pijar 1 kali dengan jarak luncur 1.600 meter ke barat daya, Sabtu (24/9/2022).

Hal tersebut berdasarkan pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB.

Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi  atau BPPTKG menyebutkan Gunung Merapi kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Baca juga: INFO BMKG DI Yogyakarta Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu 24 September 2022

Cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 18-20 °C, kelembaban udara 79-99 persen, dan tekanan udara 655-689 mmHg.

Aktifitas gempa guguran (Jumlah : 27, Amplitudo : 3-17 mm, Durasi : 30-122 detik)

Hembusan (Jumlah : 1, Amplitudo : 4 mm, Durasi : 24.6 detik)

Hybrid/Fase Banyak (Jumlah : 11, Amplitudo : 3-16 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, Durasi : 6.1-7.9 detik)

Vulkanik Dangkal (Jumlah : 1, Amplitudo : 40 mm, Durasi : 8.8 detik)

Vulkanik Dalam (Jumlah : 7, Amplitudo : 3-8 mm, S-P : 0.4-0.7 detik, Durasi : 7.3-9.6 detik)

Tektonik Jauh (Jumlah : 1, Amplitudo : 3 mm, S-P : 96.28 detik, Durasi : 270.2 detik)

ADapun untuk tingkat aktifitas Gunung Merapi Level III (Siaga).

Rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG adalah potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 24 September 2022

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Kur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved