Penjualan Produk TI Sempat Lesu Imbas Kenaikan Harga BBM, Tapi Dipercaya Segera Pulih
Agres.id merupakan salah satu toko yang menjual produk TI di Jalan C Simanjuntak, Yogyakarta yang baru saja diresmikan, Sabtu (23/9/2022) malam.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penjualan deretan produk teknologi dan informatika seperti laptop sempat lesu imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Agres Info Technology atau Agres.ID, Beni Susanto Santoso.
Agres.id merupakan salah satu toko yang menjual produk TI di Jalan C Simanjuntak, Yogyakarta yang baru saja diresmikan, Sabtu (23/9/2022) malam.
Beni menjelaskan, kenaikan harga BBM, berdampak pada penjualan produk-produk TI di 104 outlet Agres.ID di Indonesia.
“Wajar, saya kira. Masyarakat akan menahan pembelian alat-alat teknologi dan fokus dulu pada kebutuhan primernya. Ini hanya sementara dan akan pulih pada bulan berikutnya,” terang Beni ditemui di sela-sela agenda.
Menurutnya, sebagian besar orang kini membutuhkan alat-alat teknologi dan tidak mungkin akan meninggalkan kecanggihannya begitu saja.
Maka, pihaknya pun optimis, pembukaan Agres.id di Jalan C Simanjuntak itu bisa terus berkembang dan memberikan keuntungan.
"Meski ada tekanan, tapi penjualan akan normal lagi. Para pekerja di industri kreatif seperti konten kreator, selebgram sampai pemain game profesional tetap membutuhkan produk berkualitas,” ungkap Beny didampingi Direktur Utama Agres.ID Yogyakarta, Ivan Wijaya.
Beni menjelaskan, sepanjang pandemi lalu, pihaknya mencatat peningkatan penjualan hingga 20 persen.
Termasuk lonjakan penjualan laptop seharga Rp15 juta dengan spesifikasi canggih karena untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan begitu, dia optimis, peran laptop tidak bakal tergantikan dengan ponsel meski gawai genggam sudah menyediakan fasilitas yang mirip dengan laptop.
"Laptop menjadi perangkat favorit yang banyak digunakan karena moveable, canggih, ringan, inovatif dan elegan bentuknya. Kehadiran ponsel tidak akan menggantikan laptop karena pekerjaan arau bisnis hanya bisa dilakukan menggunakan laptop," kata Beni.
Beni menambahkan kalangan dunia Pendidikan, pebisnis, pemerintahan, seniman, UMKM, bahkan para gamers makin dimanjakan dan dipuaskan dengan berbagai fitur baru yang inovatif.
Terlebih, adanya pandemi Covid-19 menyebabkan perilaku perubahan cara kerja menjadi lebih berbasis internet dan online.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pembukaan-outlet-ke-104-AgresID.jpg)