Berita Kota Yogya Hari Ini

Penguatan Smart City, Pemkot Yogyakarta Dorong Kolaborasi Kabupaten Kota di DIY

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong sebuah kolaborasi dalam pelaksanaan smart city antara kota, kabupaten dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/Azka Ramadhan
Suasana Forum Smart City se-DIY yang berlangsung di Kota Yogyakarta, Kamis (22/9/2022) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong sebuah kolaborasi dalam pelaksanaan smart city antara kota, kabupaten dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Upaya tersebut ditempuh untuk memaksimalkan smart city yang telah bergulir. Kolaborasi smart city kota, kabupaten dan DIY ini, diyakini bakal memperkuat smart province.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Yogyakarta Kris Sarjono Sutejo, menyampaikan, masing-masing kabupaten dan kota tentu akan memaksimalkan pelaksanaan smart city. Maka, perlu dilakukan langkah untuk mengkolaborasikannya.

Baca juga: Kementerian PPPA Gelar Sosialisasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Syukur-syukur nanti bisa menyatu di seluruh DIY, terutama lintas kota kabupaten. Ini nanti perlu dikawinkan, istilahnya," katanya, di sela Forum Smart City se-DIY, di Kota Yogyakarta, Kamis (22/9/2022) lalu.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono menambahkan, Forum Smart City se-DIY tetap berada pada konteks penguatan smart province.

Salah satu syarat smart province adalah, adanya kolaborasi dari kota, kabupaten dan DIY. Dicontohkan, smart city di kota dan kabupaten banyak bersinggungan dengan masyarakat, sehingga memiliki bobot lebih luas sebagai pelayanan publik.

Sementara di provinsi lebih pada data besarnya.

"Ketika bicara smart province, tidak bisa mendudukan DIY sebagai suatu entitas sendiri, tapi terdiri dari kabupaten dan kota. Maka, penguatan-penguatan smart city di kabupaten dan kota adalah dalam rangka penguatan smart province di DIY," tandasnya.

Menurutnya, pelaksanaan smart city di Kota Yogyakarta dari segi infrastruktur dan perangkat lunak pendukung tidak mengalami masalah, karena hampir menyentuh semua kebutuhan layanan masyarakat. 

Namun, yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah, menginternalisasikan smart city kepada masyarakat sebagai pengguna, dan perangkat pemberi layanan sebagai subyek.

Hal itu agar keberadaan smart city yang sudah ada sekarang bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Suatu kota atau kabupaten disebut smart city pasti harus direpresentasikan oleh masyarakat yang cerdas, serta kebiasaan dan perilaku birokrasi yang cerdas," jelasnya. 

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 24 September 2022: Keluarkan 1 Kali Guguran Lava Pijar Jarak 1.600 Meter

Sementara, Plt Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Sugeng Wahyudi, menyoroti terkait kesenjangan infrastruktur teknologi informasi di kabupaten kota di DIY. Diakuinya hal itu masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan sendiri. 

Sehingga, pihaknya mendorong kabupaten kota dapat memanfaatkan dana keistimewaan untuk mendukung infrastruktur dan sarana smart city.

"Program gerakan menuju smart city ini harus berkelanjutan terus, ya, dan berkolaborasi dengan smart province," pungkas Sugeng. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved