Berita Kota Yogyakarta

TEGAS, Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Ingatkan Sekolah Negeri Tak Boleh Ada Pungutan

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan, pihaknya terus mengingatkan SD dan SMP di wilayahnya agar tak melakukan pungutan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Maraknya aksi pungutan yang terjadi di deretan sekolah negeri di DI Yogyakarta diantisipasi jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta dengan memperketat pengawasan.

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan, pihaknya terus mengingatkan SD dan SMP di wilayahnya agar tak melakukan pungutan apapun.

Baca juga: Sespri Kapolda DIY Kompol Tony Priyanto Lolos Seleksi untuk Studi Banding Kepolisian ke Jepang

Sebab, berpotensi mempengaruhi tingkat kepercayaan.

"Sudah kami ingatkan secara resmi, bahwa tidak boleh ada pungutan-pungutan, yang tidak sesuai ketentuan berlaku. Jangan dilakukan," tandasnya, Jumat (23/9/2022).

Budi pun memastikan, sampai sejauh ini, pihaknya belum menemukan fenomena itu di semua sekolah negeri di Kota Yogyakarta, baik jenjang SD atau SMP.

Sehingga, dirinya berharap, kondusifitas bisa terus dipertahankan.

Baca juga: Petik Kemenangan Perdana Lawan Persekat Tegal, PSIM Yogyakarta Tinggalkan Posisi Juru Kunci

"Ya, di Kota Yogyakarta tidak ada, di SD dan SMP, semua tidak dijumpai itu. Keluhan dari orang tua, atau wali murid juga tidak ada yang masuk ke Disdikpora," terangnya.

Hanya saja, ia tak menampik, selaras Permendikbud No 25 Tahun 2016, Komite Sekolah dapat merencanakan sebuah mekanisme Sumbangan .

Namun, peruntukannya harus dipastikan kejelasannya, serta bersifat sukarela.

"Kalau Sumbangan kan tidak mengikat. Dalam arti, jumlah tidak diatur, lalu waktu pembayarannya juga tidak diatur. Komite (sekolah) yang merencanakan," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, menyandang status Kota Pelajar, mutu pendidikan Kota Yogyakarta, memang harus dijaga.

Menurutnya, peran serta semua pihak, termasuk orang tua, maupun masyarakat mutlak dibutuhkan.

"Kontribusi kan tidak harus dengan materi, tapi bisa juga perhatian. Memang, guru, serta sekolah, harus melakukan tata kelola yang bagus, demi kualitas," cetusnya.

"Jadi, pendidikan itu, kalau mau maju, ya, butuh perhatian semua pihak. Sebab, untuk menuju pendidikan berkualitas membutuhkan effort," lanjut Kadisdikpora. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved