Berita Bantul Hari Ini

Kepala Disdikpora Bantul Tak Melarang Orang Tua yang Memberikan Sumbangan Secara Sukarela

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyatakan bahwa pihaknya telah melarang seluruh sekolah untuk

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik.com
ilustrasi amplop 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyatakan bahwa pihaknya telah melarang seluruh sekolah untuk melakukan pungutan.

Namun dirinya juga tidak melarang apabila ada komite atau orang tua siswa yang secara ikhlas memberikan sumbangan untuk kemajuan sekolah.

"Semua kepala sekolah, komite sekolah sudah paham betul bahwa pungutan itu tidak boleh, karena itu mesti kategorinya pungutan liar," ujarnya saat dihubungi Jumat (23/9/2022).

Baca juga: PT KAI Gelar Open House Balai Yasa Yogyakarta, Masyarakat Bisa Masuk dan Lihat Bengkel Kereta Api

Namun demikian, memang ada sumbangan untuk menggalang dana dari masyarakat.

Namun meski namanya sumbangan, tapi dalam mekanisme atau prosedurnya mengarah ke pungutan, maka hal itu tidak diperbolehkan dan bisa disebut pungutan liar.  

Sumbangan itu akan menjadi pungutan jika ada wali murid yang merasa kebaratan. Selain itu, jika ada unsur paksaan dan ditentukan nominalnya, maka bisa dikatakan itu adalah pungutan. Dan pungutan tidak diperbolehkan ada di sekolah.

Ia sendiri meyakini tidak ada kepala sekolah, khususnya di Kabupaten Bantul yang berniat untuk mengadakan pungutan.  

"Kalau Sumbangan boleh, tidak salah. Mau nyumbang Rp 100 juta pun boleh," imbuhnya.

Sepanjang orang tua tidak mengkritisi, sudah menerima dengan rela, maka itu bisa dinamakan sumbangan.

"Tapi kalau orang tua itu merasa berat, merasa terpaksa itu indikasi pungutan. Kalau melanggar, sudah kita bina, kita arahkan kok tetap nekat, ya pasti ada sanksinya," ungkapnya.

Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah yang juga dihadiri dari pihak kejaksaan dan kepolisian. Tujuannya, agar jangan sampai niat baik masyarakat untuk membantu sekolah menjadi salah persepsi.  

Jangan sampai, niat semula untuk mendukung proses kemajuan sekolah dan kegiatan sekolah tapi justru disalahkan dan dikategorikan pungutan karena ada orang tua yang kebaratan.

Isdarmoko menekankan, bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, atantara pemerintah, pemeritah daerah, sekolah dan masyrakat.

"Kadi memang semua diharapkan punya kepedulian terhadap kemajuan pendidikan. Kalau ada orang tua mau menyumbang saya tidak bisa menyalahkan," katanya.

Baca juga: Cegah Pungli Terus Menjamur, Disdikpora DIY Bakal Atur Pedoman Sekolah untuk Menentukan Sumbangan

Isdarmoko bercerita bahwa di hari itu ia menerima tamu komita dari SD di Bantul. Di sana orang tua datang dan menyatakan bahwa mereka bermaksud memberikan sumbangan ke sekolah untuk kemajuan sekolah.  

"Orang tua ikhlas lahir batin membantu untuk kemajuan sekolah, apa saya melarang? Itu justru kepedulian yang kita harapkan untuk kemajuan sekolah," ucapnya.

Namun sekali lagi ia menyatakan, jangan sampai ada yang merasa keberatan dari niatan yang semula untuk membantu tersebut.

"Jika ada yang merasa keberatan saja, kemudian dia lapor, maka sudah bisa dikatakan bukan sumbangan, tapi dipungut, suruh diwajibkan. Tidak ada yang namanya sumbangan itu kok wajib, tidak ada, sumbangan itu pesti sukarela," pungkasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved