Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Mengenal Jalan Rukunan di Kelurahan Gedongkiwo

Seiring berjalannya waktu, kini Jalan Rukunan juga sering dipergunakan sebagai akses masyarakat yang hendak bepergian.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Bentuk fisik Jalan Rukunan di Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Senin (19/9/2022). 

Sehingga masing-masing RW memiliki obyek wisata tersendiri. 

Baca juga: Menelisik Kisah Dusun Tak Berpenghuni alias Dusun Mati di Kabupaten Magelang

Obyek wisata itu di mulai dari pabrik tahu tradisional, becak tradisional atau becak yang tidak menggunakan tenaga motor, wisata jemparingan, tembok mural sepanjang 200 meter, tempat pembuat batik tulis, kerajinan kulit modern, hingga beberapa UMKM lainnya.

Tempat itu juga bisa dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mengenal kebudayaan di Kota Yogyakarta lebih dalam.

Selanjutnya, Anton turut menjelaskan sisi keunikan yang ada di wilayah itu.

"Uniknya di tempat kami, setiap ketemu orang di jalan harus saling menyapa. Terlebih anak muda yang bertemu dengan sesepuh atau orang tua. Harus itu anak muda menyapa mereka," kata Anton.

Hal itu menjadi bukti bahwa budaya akan kerukunan antar warga di daerah itu masih terus terjaga dengan baik.

"Apalagi kalau ada wisatawan yang masuk di tempat kami, pasti kami ajarkan wisatawan itu untuk mengenal kata monggo dan nderek langkung sebagai bentuk penghormatan atau kesopanan kepada orang-orang di sekitarnya," tutup Anton.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved