Berita Bantul Hari Ini
Sebanyak 75 Calon Lurah di Bantul Gelar Deklarasi Pemilihan Damai
Kabupaten Bantul akan melaksanakan pemilihan lurah (pilur) secara serentak pada tanggal 25 September 2022. Ketua Dinas Pemberdayaan Masyarakat
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul akan melaksanakan pemilihan lurah (pilur) secara serentak pada tanggal 25 September 2022.
Ketua Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Sri Nuryanti, menjelaskan terdapat 75 calon lurah dari 21 kalurahan yang akan mengikuti pemilihan lurah 2022.
Ia menjelaskan, tahapan Pilur sudah sampai pada pengumuman calon lurah oleh panitia tingkat kalurahan pada 14-16 september.
Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan kampanye calon lurah 19-21 September 2022.
Baca juga: Belum Bisa Umumkan Identitas Bjorka, Tim Gabungan Lakukan Pelacakan Pakai Alat Khusus Ini
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berharap pemilihan lurah tahun ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan memberikan hak kepada warga untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan hak untuk dipilih.
"Rakyat memiliki hak untuk memilih sosok yang mereka anggap pantas dijadikan pemimpin," ujarnya dalam kegiatan Pembekalan Calon Lurah dan Deklarasi Damai, Rabu (14/9/2022) bertempat di Gedung Induk Mandala Sabha.
Melalui Pilur ini Bupati berharap masyarakat dapat memilih pemimpin yang akan menjadi pioner dalam membangun kelurahannya, serta sukses menempatkan pemimpin-pemimpin terbaik di tingkat kalurahan.
"Kepada para kandidat atau calon saya harapkan dapat mengendalikan basis massa pendukungnya untuk menghindari konflik yang tidak kita inginkan," imbuhnya.
Halim berharap agar para calon lurah yang berkontestasi dalam pilur harus siap menang dan siap kalah.
Jangan sampai ketika hasilnya tidak sesuai justru calon lurah membuat perpecahan di masyarakat dengan membuat sebuah gerakan yang tidak mengedepankan persatuan.
Halim pun meminta agar para calon lurah juga berkompetisi dengan sehat dan jujur. Ia tidak ingin para calon kepala desa di Bantul menghalalkan segala cara atau bertindak curang agar bisa mencapai tujuannya.
Sebab dengan kecurangan tentunya hal tersebut akan mencederai masyarakat dan menghasilkan pemimpin yang tidak baik.
"Kalau ada satu calon melakukan kecurangan, khawatirnya yang lain akan melakukan hal yang sama. Ini tidak boleh ada dan harus dihindari agar legitimate. Legitimasi itu bisa terwujud kalau prosesnya baik," tandasnya.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Bakal Luncurkan 6 Sentra IKM di Penghujung 2022
Lurah Kalurahan Seloharjo Marhadi Badrun, yang akan kembali berlaga dalam Pilur 2022 berharap semua calon lurah dapat jujur dengan tidak melakukan money politik.
Ia mengungkapkan bahwa indikasi money politik masih banyak ditemukan, termasuk di Kabupaten Bantul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Deklarasi-Damai-Pemilihan-Lurah-di.jpg)