Breaking News:

Berita Jogja Hari Ini

Jelang Jatuh Tempo, Wajib Pajak Kota Yogya Antusias Ikuti Jemput Bola Pembayaran PBB

Pemkot Yogyakarta menggulirkan layanan jemput bola pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke tingkat kelurahan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta menggulirkan layanan jemput bola pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke tingkat kelurahan.

Upaya tersebut ditempuh eksekutif untuk mempercepat realisasi jelang batas akhir 30 September 2022 mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta , Aman Yuriadijaya, yang memantau langsung proses jemput bola PBB di Pandeyan, Umbulharjo, Rabu (14/9/22), mengatakan, bahwa warga masyarakat, atau wajib pajak sangat antusias. 

"Dari dua lokasi jemput bola, hampir 100 persen undangan dari tiap titik dihadiri wajib pajak, dan membayarkannya. Mereka merasa dimudahkan," ungkap Aman.

Baca juga: Jelang Jatuh Tempo, Realisasi Penerimaan PBB di Kota Yogya Belum Optimal

Oleh sebab itu, ia menyebut, langkah jemput bola sangat efektif untuk mendorong wajib pajak membayar kewajiban PBB-nya sebelum jatuh tempo.

Apalagi, per 14 September 2022, realisasi penerimaan PBB di Kota Yogyakarta baru menyentuh sekitaran 59 persen dari target.

"Waktu kita kan tidak terlalu lama. Makanya, butuh strategi jemput bola. Sebetulnya, ini sekaligus mengingatkan ke warga, jatuh tempo sudah dekat," tegasnya.

Namun, selain jemput bola, wajib pajak sejatinya memiliki banyak pilihan guna menunaikan kewajiban membayar PBB.

Di antaranya, via loket yang tersedia di komplek Mal Pelayanan Publik dan Kantor Pos, maupun pembayaran lewat jalur perbankan, di BPD DIY, BNI, BRI, Bank Jogja.

"Bahkan, kami juga sudah membuka layanan pembayaran PBB secara digital. Warga bisa bayar PBB melalui aplikasi e-wallet seperti Gopay, Tokopedia," terangnya.

Baca juga: Pembayaran PBB P2 Tahun 2021 Kota Yogyakarta Lampaui Target, Capai Rp 97 Miliar

"Jadi, seluruh karakter masyarakat terlayani. Saya sangat berharap, kesadaran masyarakat tumbuh lebih kuat, karena bagaimanapun pajak akan kembali ke masyarakat, dalam beragam bentuk pembangunan," urai Aman.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta , Wasesa mengatakan, pada 2022, pihaknya mematok target penerimaan PBB di angka Rp97 miliar.

Menurutnya, ada 95.660 lembar SPPT PBB, yang diterbitkan Pemkot Yogyakarta.

"Kebiasaan wajib pajak memang bayarnya mendekati jatuh tempo. Kalau wajib pajak membayarkan setelah itu, maka bakal langsung dikenakan denda, ya, dengan besaran dua persen per bulan dari ketetapan pajak, dengan denda maksimal 48 persen," terang Wasesa. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved