Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Cucu Ngarso Dalem Sinau Soal Pengelolaan Sampah Bareng Bupati Bantul

Cucu Sri Sultan HB X, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo mengunjungi TPST Go-Sari Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Senin (12/9/2022).

Penulis: Agus Wahyu | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/AGUS WAHYU
Gusti Marrel berbincang dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di hanggar TPST Go-Sari Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Cucu Sri Sultan HB X, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo mengunjungi TPST Go-Sari Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Bupati Halim Berkomitmen Terus Perbaiki Konsep Pengelolaan Sampah di Bantul

Baca juga: Bupati Halim Bersama Pemkab Akan Lakukan Audit Pengelolaan Sampah di Bantul

Kunjungan Gusti Marrel bersama sejumlah pemerhati lingkungan hidup ke TPST Guwosari itu, dalam rangka belajar pengolahan sampah dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Tanpa risih melihat tumpukan sampah yang tengah dipilah-pilah, cucu Ngarso Dalem terlihat serius mendengarkan penjelasan Lurah Guwosari, Masduki Rahmat SIP.

Begitu pun saat berbincang dengan Bupati Abdul Halim Halim seputar persoalan sampah, Gusti Marrel seksama mendengarkannya.

“Persoalannya bagaimana membangun budaya di level rumah tangga untuk memilah-milah sampah. Sampah plastik dibuang di tong ini, yang organik untuk pakan maggot dibuang di kantong ini. Kok, yo angel milah sampah rumah tangga. Sebenarnya mudah kalau dibiasakan,” ucap Abdul Halim.

Bupati Halim menyatakan, jika setiap rumah tangga mau mengubah budaya untuk memilah sampah, persoalan sampah tak akan menumpuk. “Tapi, ya bagaimana mengompakkan 1 juta warga. Akhirnya, BUMKal-BUMKal melakukan ini sama yang dilakukan TSPT Guwosari ini. Memang ini PR panjang kita terus menyempurnakan solusi-solusi sampah di Bantul,” lanjut Halim.

Sementara Cucu tertua Ngarso Dalem itu mengaku, ia termotivasi belajar pengolahan sampah di TPST Go-Sari ini dipicu permalasahan-permasalahan sampah di TPA Piyungan yang tak selalu berulang.

“Kebetulan Keraton (Yogyakarta) itu konsen pada masalah lingkungan. Nah, munculnya persoalan sampah yang terus berulang, memotivasi saya dan teman-teman peduli lingkungan, berkunjung di Guwosari dan didampingi Bapak Bupati Bantul untuk belajar bagaimana mengolah sampah,” ujar Gusti Marrel.

Ia menginginkan, pola pengolahan sampah yang dilakukan di Guwosari dan beberapa kalurahan di Kabupaten Bantul, bisa diduplikasi di Yogyakarta. Bahkan, hingga kabupaten lain sampai kalurahan-kalurahan lain di DIY.

“Jadi, problem sampah ini tidak terus berulang terjadi. Makanya, saya mengajak komunitas peduli lingkungan untuk belajar pengelolaan sampah di sini. Bisa jadi kita sam-sama memberi dan mendapat masukan, apalagi tadi Pak Lurah juga cerita susahnya cari tenaga kerja untuk mengelola sampah,” lanjutnya. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved