Berita Otomotif Terkini

Restorasi Honda Astrea Prima Limited Edition 1991

Dengan segala tantangannya, upaya melakukan restorasi dan rekondisi tetap dilakukan demi mengembalikan motor ke wujud aslinya saat keluar pabrik.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Honda Astrea Prima Limited Edition 1991 garapan bengkel 'Bebek Restorasi'. 

Di bagian sayap atau tebeng body Honda Astrea Prima ini tertera stiker Limited Edition, demikian pula di bagian tutup aki.

"Unit ini hanya diproduksi dalam periode yang sangat singkat. Harga jualnya pun dulunya lebih tinggi, ada selisihnya dibandingkan unit yang biasa," terang Dana.

"Di samping unitnya yang cukup langka, Honda Astrea Prima Limited Edition ini kini digemari kolektor sepeda motor," lanjutnya.

"Saat ini, Astrea Prima Limited Edition di pasaran dibanderol mulai Rp 10 juta hingga tembus Rp 20 juta untuk unit yang sudah direstorasi. Harganya bisa lebih, kalau tangan pertama dan full original," tambah dia.

Mengenai proses restorasinya, Dana menjelaskan bahwa yang ia garap meliputi bongkar bagian mesin, repaint bagian rangka dan body, serta membuat tampilan baut-bautnya seperti baru dengan galvanis ulang dan elektroplating.

"Mesin kami turunkan dan belah total. Kebetulan ownernya minta oversizenya dibikin normal kembali. Dari oversize 75, kami ganti blok mesin dan pistonnya menjadi oversize 0," terang Dana.

"Selanjutnya, silinder head dan karburasi kami vapor blasting. Beberapa titik rangka yang keropos kami las," tambah dia.

Justru menurut Dana, kendala tersulit dalam proses restorasi ini ialah mencari cover jok berwarna abu-abu yang baru.

"Sudah carinya sulit, apabila ada pun di pasaran bisa mencapai Rp 1 jutaan. Belum lagi knalpot orisinilnya yang mencapai Rp 2,5 jutaan. Untuk biaya restorasi keseluruhan, hampir seharga 1 unit motor matic baru. Itu saja di luar harga unit motornya yang dibeli seharga Rp 8 jutaan," terang Dana.

Baca juga: Kisah Restorasi Motor Satria Hiu Viral Mancanegara, Ternyata Ulah Pehobi Asal Yogyakarta

Pernah Jadi Motor Primadona

Menilik sejarahnya, motor ini masuk ke pasar tanah air sejak tahun 1988 sebagai generasi penerus dari Honda Astrea Star.

Generasi pertama motor ini masih didatangkan langsung dari negeri Sakura, Jepang.

Selain di Indonesia motor ini juga dirilis di Malaysia dengan nama Dream EX 5 dan Cub 100 EX di Thailand.

Dibekali mesin dengan kapasitas 100 CC dengan empat percepatan, motor ini menjadi primadona kala itu.

Kelebihan lainnya dari Astrea Prima sudah dibekali dengan fitur elektrik starter.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved