Berita Jogja Hari Ini

4 Warga Kota Yogya Berang Namanya Dicatut Parpol, Salah Satunya Jurnalis

Keempat warga itu melayangkan aduan karena merasa tidak pernah bergabung dengan parpol tertentu selama masa verifikasi administrasi ini.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Kota Yogyakarta memperoleh aduan dari empat warga yang merasa namanya tercatut oleh partai politik, dan didaftarkan lewat aplkasi Sipol Komisi Pemilhan Umum ( KPU ).

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Yogyakarta , Noor Harsya Aryo Samudro mengatakan, keempat warga itu melayangkan aduan pada jajarannya, karena merasa tidak pernah bergabung dengan parpol tertentu selama masa verifikasi administrasi ini.

"Jadi, ada empat warga kota yang namanya tercatut, itu warga Mantrijeron, Kotagede, serta dua dari Gondokusuman," katanya, Kamis (8/9/2022).

Meski tidak menyebut secara spesifik, Harsya menuturkan, keempat nama itu dicatut oleh empat parpol berbeda, yang salah satunya merupakan partai baru.

Baca juga: 2 Parpol Tak Masuk Aplikasi SIPOL Tingkat Kabupaten Kulon Progo

Selain itu, keempatnya pun adalah warga sipil dan tidak menyandang status sebagai anggota TNI, Polri, atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ada yang ibu rumah tangga, terus dua pekerja swata, dan satu orang jurnalis media nasional, dia bertugas di Solo, tapi warga Kota Yogyakarta ," ujarnya.

Menurutnya, keempat penduduk tersebut mengetahui namanya dicatut parpol setelah membaca informasi terkait prosedur pengecekan Sipol .

Lantaran keingintahuan yang tinggi, mereka pun bergegas mengecek nomor induk kependudukan (NIK) melalui aplikasi besutan KPU itu.

"Karena di media sosial, khususnya twitter itu kan marak, ya, banyak yang berkicau soal fenomena pencatutan nama oleh parpol. Jadi, mungkin ada rasa penasaran," kata Harsya.

Baca juga: KPU Bantul Buka Layanan Helpdesk bagi Parpol yang Kesulitan Akses SIPOL KPU

"Kemudian, setelah melakukan pengecekan, ternyata namanya terdaftar. Mereka pun datang langsung ke meja pengaduan Bawaslu untuk melapor," cetusnya.

Sebagai tindak lanjut atas aduan tersebut, Bawaslu pun bakal merekomendasikan kepada KPU , supaya nama-nama yang tercatut itu dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Sebab, meski bukan anggota TNI, Polri atau ASN, keempatnya merasa tidak pernah bergabung dengan parpol tertentu.

"Sehingga, tidak boleh didaftarkan, karena yang bersangkutan sudah mengajukan keberatan. Padahal, sejak awal kami sudah mengingatkan parpol, agar syarat formal anggota itu diperhatikan serius," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved