Update Berita Gunung Merapi

Hingga Minggu Siang, Gunung Merapi Tercatat Luncurkan 5 Kali Guguran Lava ke Barat Daya

Hingga siang tadi Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan lima kali guguran lava pada Minggu (4/9/2022).

dok.istimewa/PGM Babadan
Penampakan Gunung Merapi dari Pos Babadan, Jumat (5/8/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hingga siang tadi Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan lima kali guguran lava pada Minggu (4/9/2022).

Hal itu merupakan hasil amatan BPPTKG Yogyakarta selama enam jam terakhir, tepatnya pukul 06.00-12.00 WIB.

"Teramati guguran lava sebanyak 5 kali jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya dan terdengar suara guguran dari PGA Babadan lemah hingga sedang," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta , Agus Budi Santoso.

Hasil amatan visual lain menunjukkan adanya kabut di sekitar puncak Gunung Merapi .

Baca juga: Update Aktivitas Gunung Merapi 26 Agustus-1 September 2022, Keluarkan 13 Kali Guguran Lava Pijar

Hal ini membuat BPPTKG tak bisa mengamati adanya asap kawah.

Selain itu, Gunung Merapi juga tercatat mengalami gempa dengan rincian 15 kali gempa guguran, 3 kali gempa hembusan, 4 kali gempa hybrid atau fase banyak, dan 22 kali gempa vulkanik dalam.

Lebih jauh, terkait kondisi cuaca adalah cerah dan berawan.

"Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 21-27 °C, kelembaban udara 63-85 persen, dan tekanan udara 655-718 mmHg," terangnya.

Dari hasil pengamatan tersebut maka tingkat Aktivitas Gunung Merapi yang ditetapkan adalah level III atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Baca juga: Gunung Merapi dalam Sepekan Terakhir : Luncurkan 23 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 1,8 Km

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved