Berita Bantul Hari Ini

Sistem Jemput Bola ke Padukuhan Efektif Jaring Warga Masyarakat yang Belum Vaksin

Sistem jemput bola ini maka tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas datang langsung ke masyarakat dan dinilai lebih banyak yang terlayani.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Vaksinasi massal kerjasama BINDA DIY dengan Puskesmas Sanden di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, pada Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Vaksinasi massal dengan sistem jemput bola dinilai lebih efektif untuk menjaring banyak masyarakat, khususnya bagi lansia dan mereka yang tidak punya waktu luang ke pusat layanan kesehatan.

Seperti vaksinasi massal yang dipusatkan di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, pada Sabtu (3/9/2022).

Vaksinasi yang digelar di rumah dukuh ini terlaksana atas kerjasama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY dengan Puskesmas Sanden.

Wahyu Murwani, Dukun Kenteng mengungkapkan bahwa dengan sistem jemput bola ini maka tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas datang langsung ke masyarakat dan dinilai lebih banyak yang terlayani.

Menurutnya ini lebih praktis daripada warga datang ke puskesmas atau kalurahan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 .

Baca juga: Komisi IX DPR RI Pelajari Keberhasilan Program Vaksinasi Covid-19 di DI Yogyakarta

"Warga kami banyak yang bekerja sebagai petani dan tukang jadi hari sabtu ini mereka manfaatkan untuk vaksinasi. Apalagi yang lansia, selama ini mereka bergantung dengan kerabat yang mengantar mereka, tapi dengan jemput bola seperti ini mereka cukup jalan kaki," ujarnya.

Menurutnya, lansia akan kesulitan untuk mengakses vaksinasi .

Selain harus bergantung ke orang lain yang mengantar, letak puskesmas juga cukup jauh.

"Ini bukti semakin mendekat ke masyarakat dan antusiasnya semakin banyak. Banyak kemudahan yang kita dapat dengan jemput bola seperti ini," imbuhnya.  

Ia pun berharap, langkah ini dapat diterapkan oleh dukuh-dukuh yang lain.

Dan semakin banyak vaksinasi massal di tingkat padukuhan, sehingga capaian vaksinasi pun dapat meningkat.

"Fasilitas dari puskesmas ini silakan dimanfaatkan karena ini bentuk melayani masyarakat, terutama kita dapat membantu meningkatkan kesehatan warga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sanden, Suyatmi menyatakan bahwa saat ini capaian vaksinasi dosis 1 sudah 95,5 persen dan dosis 2 sudah mencapai 90 persen dari target sasaran 28 ribu jiwa.

Hanya saja untuk dosis ketiga atau booster relatif masih rendah, di mana per 31 Agustus 2022 kemarin, data yang ia dapat baru tercapai 23,8 persen.  

"Menurut saya angka capaian vaksin booster masih rendah karena pendataanya tidak semasif dulu. Jadi saat ini banyak warga yang melakukan booster di luar dan tidak masuk laporan saya. Namun yang terdata by name by NIK kalau dijumlah dengan mereka yang booster di luar, tetap belum mencapai 50 persen," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved