Berita Klaten Hari Ini
395 Kasus DBD Ditemukan di Wilayah Klaten, 19 Orang Diantaranya Meninggal Dunia
Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pun meminta warga untuk tetap waspada dari serangan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 19 nyawa dilaporkan melayang akibat diserang virus demam berdarah dangue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pun meminta warga untuk tetap waspada dari serangan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
"Sampai pekan ke-39 atau pekan kedua di bulan Agustus terdapat 19 warga yang meninggal akibat DBD," ujar Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Inayati Hasanah, Jumat (2/9/2022).
Ia menambahkan, pada periode yang sama terdapat 395 warga Klaten yang tercatat pernah diserang virus DBD tersebut.
Sebanyak 19 di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo, menyampaikan pada tahun 2022 ini kasus DBD di Klaten memang terjadi peningkatan, namun ia menggaris bawahi jika peningkatan kasus tidak terlalu signifikan.
"Memang meningkat tapi sedikit, ini perlu kewaspadaan kita semua untuk menekannya," akunya.
Diakui Cahyono, instansi yang ia pimpin telah memetakan sebaran kasus DBD di Klaten dan didapati pada lima tahun terakhir memang terjadi penambahan kasus di bulan-bulan yang memasuki pergantian musim.
"Pada bulan-bulan ini memang meningkat, rata-rata kasusnya menyerang anak-anak ya," ucapnya.
Cahyono meminta warga untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta selalu mematuhi 3M yakni menguras, mengubur dan menimbun benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, bagi warga yang mengalami demam panas diminta untuk mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk mendapatkan penanganan atau pemeriksaan awal.
"Sejak awal jika badan mengalami gejala panas segera saja lakukan pemeriksaan ke dokter atau faskes terdekat biar tahu penyakitnya apa," ucapnya. (*)