Perang Rusia Ukraina

Kamis Pagi Pasukan Komando Ukraina Berusaha Rebut PLTN Zaporozhye

Pasukan komando Ukraina berusaha merebut PLTN Zaporozhye saat inspektur IAEA mengunjungi fasilitas itu Kamis (1/9/2022) pagi.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Anatolii STEPANOV / AFP
Tentara Ukraina berjalan di kota kecil Severodonetsk, Wilayah Donetsk pada 27 Februari 2022. Pasukan komando Ukraina dilaporkan berusaha merebut kembali PLTN Zaporozhye di Energodar, Ukraina selatan Kamis (1/9/2022) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Ukraina berusaha merebut kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye di Energodar, Kamis (1/9/2022).

Kementerian Pertahanan Rusia menginformasikan pasukan Kiev dikerahkan mendekati lokasi pusat energi itu dari beberapa arah.

Dalam satu insiden, dua kelompok regu tentara berkekuatan total hingga 60 orang menggunakan tujuh speedboat menyeberangi Waduk Kakhovka.

Mereka mendarat sekitar tiga kilometer di timur luat fasilitas nuklir itu Kamis pagi. Gerakan pasukan komando Ukraina itu berhasil dicegah pasukan Rusia.

Baca juga: Serangan Balik ke Donbass Gagal, Rusia Pukul Mundur Pasukan Ukraina

Baca juga: Hari Ini Inspektur Nuklir IAEA Mulai Periksa Keamanan PLTN Zaporozhye

Baca juga: Dubes Rusia di PBB Peringatkan Eropa di Ambang Bencana Nuklir

Militer Rusia mengerahkan helikopter serang untuk mendukung pasukannya mempertahnkan PLTN Zaporozhye.

Pertempuran terpisah terjadi sekitar satu jam kemudian di sebelah barat Energodar. Pasukan Rusia menyerang dan menenggelamkan dua perahu yang membawa tim taktis amfibi Ukraina.

Kementerian juga mengklaim sekitar dua jam setelah pendaratan unit komando, artileri Ukraina mulai menembaki lokasi tertentu di dekat Energodar.

Inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi fasilitas tersebut, dijadwalkan melewati daerah tersebut.

“Provokasi rezim Kiev ditujukan untuk menggagalkan kedatangan misi IAEA ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Pabrik dan kota Zaporozhye berada di bawah kendali Rusia sejak awal Maret. Pada Agustus, situs nuklir menjadi sasaran serangan artileri dan pesawat tak berawak regular.

Moskow dan Kiev saling menyalahkan. Pejabat Ukraina mengklaim militer Rusia menggunakan pabrik itu sebagai pangkalan militer, menempatkan senjata berat di sana.

Moskow membantah tuduhan itu, dengan menyatakan mereka hanya memiliki penjaga bersenjata ringan yang mempertahankan fasilitas tersebut.

Misi IAEA dikirim minggu ini setelah beberapa kali tertunda. Moskow dan Kiev menyambut baik kunjungan itu dan berjanji untuk memfasilitasinya.

Pengawas nuklir PBB diharapkan untuk menilai situasi di lapangan, memeriksa keamanan pembangkit listrik, dan memverifikasi bahwa langkah-langkah non-proliferasi tetap ada.

Fasilitas Zaporozhye adalah yang terbesar dari jenisnya di Eropa dan menyimpan puluhan ton uranium dan plutonium yang diperkaya di teras reaktor dan fasilitas penyimpanannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved