Intel Kanada Diduga Turut Andil Kirim Tiga Remaja Inggris Gabung ISIS di Suriah

Mata-mata Kanada diduga kuat turut andil mengirimkan tiga remaja Inggris yang kemudian bergabung kelompok ISIS di Suriah pada 2015.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
IST
Suasana evakuasi wanita, anak-anak, lansia dan yang luka-luka dari kota Baghouz, Suriah. Mereka harus mendaki bukit guna mencapai titik kumpul yang dikontrol pasukan Kurdistan 

Tidak disebutkan apakah pihak berwenang Inggris tahu bagaimana dia diselundupkan ke Suriah. Keputusan Mahkamah Agung Inggris tahun lalu melarang Begum kembali ke Inggris.

Begum kini berusia 23. Saat ia meninggakan London, Begum berusia 15 tahun. Menyusul pelarangan dirinya kembali ke Inggris, Begum akan memperbarui gugatannya ke Komisi Banding Imigrasi Khusus pada November.

Tasnime Akunjee, seorang pengacara untuk keluarga Begum, menyerukan penyelidikan atas apa yang diketahui polisi dan dinas intelijen.

 

“Inggris telah memuji upayanya untuk menghentikan ISIS dan perawatan anak-anak kita dengan menghabiskan jutaan pound untuk program cegah dan pemantauan online,” katanya.

“Namun, pada saat yang sama kami telah bekerja sama dengan sekutu barat, memperdagangkan intelijen sensitif dengan mereka sementara mereka secara efektif menangkap anak-anak Inggris dan memperdagangkan mereka melintasi perbatasan Suriah untuk dikirim ke ISIS, semuanya atas nama pengumpulan intelijen,” imbuhnya.

“Perhitungannya di sini adalah kehidupan anak-anak Inggris, dan risiko kematian mereka, adalah bagian dari algoritme risiko yang dapat diterima yang telah diambil oleh sekutu barat kami,” kata Tasnime Akunjee.

Akunjee mengatakan pengungkapan itu sangat penting, mengingat Begum berpendapat dia diperdagangkan ke Suriah.

Steve Valdez-Symonds, Direktur Program Hak Pengungsi dan Migran Inggris di Amnesty International di Twitter mengecam keputusan hukum Inggris.

“Benar atau salah, keputusan pemerintah Inggris untuk mencabut kewarganegaraannya sebagai cara untuk meninggalkan dia dan anak-anaknya Inggris di Suriah adalah tetap menjadi aib,” kata Valdez.

Begum melakukan perjalanan ke Suriah bersama Amira Abase (15) dan Kadiza Sultana (16) dari London pada 2015.

Ketiganya diduga kuat terpengaruh kampanye dan propaganda di internet tentang kesuksesan ISIS membangun daulah di Suriah.(Tribunjogja.com/Aljazeera/xna)  

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved