Berita Kulon Progo Hari Ini

AIHSP Jalin Kerjasama dengan Pemkab Kulon Progo Terkait Ketahanan Kesehatan

Di Kulon Progo , AIHSP berfokus terhadap 3 isu kesehatan di antaranya Covid-19 , penyakit mulut dan kuku (PMK) dan antraks. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Audiensi AIHSP dengan Pemkab Kulon Progo yang membahas tentang ketahanan kesehatan di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (30/8/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Australia Indonesia Health Security Partnership ( AIHSP ) menjalin kerjasama dengan Pemkab Kulon Progo dalam program ketahanan kesehatan. 

Di Kulon Progo , AIHSP berfokus terhadap 3 isu kesehatan di antaranya Covid-19 , penyakit mulut dan kuku (PMK) dan antraks. 

Provincial Coordinator Yogyakarta, AISHP, Ferry Anggoro Suryokusumo mengatakan kerjasama dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang berkaitan dengan manusia, hewan dan lingkungan. 

Serta meningkatkan kesadaran masyarakat terkait tiga hal tersebut.

Baca juga: Komisi I DPRD Kulon Progo Siapkan Payung Hukum Antisipasi Dampak Sosial dari Keberadaan YIA

AIHSP telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Adapun kerjasama yang dilakukan di Kulon Progo , AIHSP dalam waktu dekat akan memilih 2 kapanewon yang akan dijadikan sebagai pilot proyek. 

Dengan isu kesehatan yang tengah marak saat ini di antaranya Covid-19 , PMK dan Antraks. 

"Tiga penyakit itu akan menjadi isu awal bagi kami melakukan program kegiatan koordinasi (ketahanan kesehatan) di Kulon Progo . Serta mengawali dari seluruh kegiatan AIHSP di Kulon Progo ," kata Ferry saat ditemui di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo , Selasa (30/8/2022). 

Selain koordinasi, juga ada pelatihan yang diperuntukkan bagi staf birokrasi pemerintahan dan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) baik puskesmas dan puskeswan. 

Ferry melanjutkan, AIHSP memilih Kulon Progo karena daerah itu pernah ada temuan penyakit antraks selain di Gunungkidul. 

Kebetulan dua kabupaten itu sebagai pintu masuk lalu lintas hewan ternak dari daerah lain. 

"Itu menjadi bagian pertimbangan kita kenapa memilih 2 kabupaten ini sebagai lokasi percontohan AIHSP," ucapnya. 

Baca juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Kulon Progo, Dinpar Gelar Atraksi Budaya di Obwis

Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo , Tri Saktiyana menambahkan prinsipnya, kesehatan merupakan masalah terpadu yang tidak hanya diselesaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) melainkan perlu sinkronisasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. 

Semisal, penyakit Antraks yang bersumber dari binatang kemudian menularkan ke manusia.

Selain dari hewan, kerusakan lingkungan juga akan mempengaruhi kesehatan manusia. 

Sesuai rencana awal, program ketahanan kesehatan ini akan berlangsung hingga 2025 mendatang serta tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang lagi.

"Barangkali bisa diperpanjang hingga 2027," ucapnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved