Suporter PSS Sleman Meninggal

Suporter PSS Sleman Meninggal, JPW : Pertandingan Malam Hari Riskan Terjadi Tindak Kriminal

Aditya Eka Putranda diduga dikeroyok oleh sejumlah orang di Meijing Kidul, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Prosesi Pemakaman Aditya Eka Putranda (18),korban serangan dari orang tak dikenal usai menonton laga PSS Sleman kontra Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivis Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba mengutuk tindakan kekerasan yang menyebabkan Aditya Eka Putranda, seorang suporter PSS Sleman meninggal dunia setelah menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman vs Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (27/08/2022) malam. 

Aditya Eka Putranda diduga dikeroyok oleh sejumlah orang di Meijing Kidul, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY.

Atas kejadian itu, JPW mengharapkan adanya evaluasi dari seluruh pihak, mengingat belum lama ini juga telah dikabarkan adanya korban meninggal dunia pasca kerusuhan antarsuporter bola.

Salah satu yang menjadi catatan JPW, pihak penyelenggara pertandingan perlu mempertimbangkan jadwal pertandingan sepak bola pada malam hari.

"Seluruhnya harus dievalusi secara tuntas termasuk penyelenggara, karena pertandingan yang digelar malam hari sangat riskan terjadinya tindak kriminal termasuk kekerasan berupa penganiayaan di jalanan," jelas Kamba, Senin (29/8/2022).

JPW berharap para pelaku bisa dihukum setimpal dan kejadian memalukan serta mengecewakan ini tidak terulang kembali. 

Sebab meninggalnya Aditya Eka Putranda yang merupakan salah satu suporter PSS Sleman menambah daftar deretan panjang suporter sepakbola di tanah air meninggal dunia. 

"Semoga jangan ada lagi korban setelah Aditya Eka Purtanda. Lebih baik tidak ada liga sepakbola bila harus mengorbankan nyawa manusia (korban terus berjatuhan) karena tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia," ujarnya.

JPW juga menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban atas meninggalnya Aditya Eka Putranda. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai memberi keterangan terkait meninggalnya Aditya Eka Putranda yang merupakan suporter PSS Sleman.

Kapolres mengatakan, Aditya mendapat serangan dari orang tak dikenal pada Sabtu malam (27/8/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

Saat itu ia baru saja menyaksikan laga PSS Sleman melawan Persebaya yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo.

Seusai laga berakhir, ia memutuskan pulang ke rumah bersama teman-temannya yakni ke Banyuraden, Gamping, Sleman.

"Infonya yang kami dapatkan Aditya tidak sendiri, ada temannya. Kemudian pas di perlintasan kereta di Gamping, mereka berhenti. Tiba-tiba ada beberapa orang melakukan pengeroyokan," kata Kapolres dihubungi, Minggu (28/8/2022).

Akibat penganiayaan dan pengeroyokan tersebut, Aditya mengalami luka bekas pukulan senjata tajam.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved