Berita Pendidikan Hari Ini
Agus Pramusinto Bersama 28 Ilmuwan Internasional Jadi Mentor Peneliti Muda Indonesia
Sebanyak 29 ilmuwan internasional dari berbagai bidang studi dan kepakaran akan mementori peneliti Indonesia selama sembilan bulan ke depan.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com - Sebanyak 29 ilmuwan internasional dari berbagai bidang studi dan kepakaran akan mementori peneliti Indonesia selama sembilan bulan ke depan.
Program mentoring yang dikemas dalam kegiatan Science Leadership Collaborative ini diselenggarakan oleh The Conversation Indonesia.
Program ini diberikan dalam mendukung peneliti Indonesia menjadi pemimpin sains kelas dunia di masa yang akan datang, termasuk untuk Indonesia Emas 2045.
Dari 29 ilmuwan internasional tersebut terdapat nama Guru Besar UGM Prof. Agus Pramusinto .
Baca juga: Fakultas Filsafat UGM Gelar Diskusi Sudahkah Pancasila Menjiwai Batang Tubuh UUD 1945
Selain Agus Pramusinto, beberapa ilmuwan yang menjadi mentoring berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Skotlandia, Australia dan Jerman.
Seperti diketahui Prof Agus Pramusinto adalah dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM .
Riset-riset yang telah ia lakukan banyak berkontribusi di bidang desentralisasi, pemerintahan lokal, serta reformasi dan inovasi sektor publik di Indonesia.
Saat ini Prof Agus juga menjabat sebagai ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Ketua Asosiasi Ilmu Administrasi Negara/Publik Indonesia.
Dihubungi wartawan pada hari senin (15/8/2022), Agus Pramusinto mengaku senang diberikan kesempatan untuk menjadi mentor bersama ilmuwan internasional lainnya dari negara lain.
Apalagi hal ini menurutnya kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memotivasi peneliti muda Indonesia agar bisa berkiprah di tingkat global.
“Bagi saya, hal ini sebagai ajang sharing pengalaman dan juga wahana belajar dari ilmuwan lain. Mudah-mudahan pengalaman saya yang sedikit sebagai peneliti di bidang administrasi publik di Fisipol Universitas Gadjah Mada, sebagai praktisi di bidang sumber daya manusia birokrasi di Komisi Aparatur Sipil Negara dan sebagai ketua Indonesian Association for Public Administration, bisa saya bagikan buat ilmuwan muda yang lain,” katanya.
Baca juga: SMART ROOFTOP Karya Mahasiswa UGM, Dilengkapi Sel Surya Sumber Energi Listrik
Pada peneliti muda Indonesia, kata Agus Pramusinto , diharuskan memiliki semangat dan konsistensi dalam bidang ilmu yang mereka geluti.
Namun yang tidak kalah penting menurutnya adalah tidak mudah berputus asa dalam mempublikasikan tulisan hasil riset mereka masing-masing di berbagai jurnal internasional.
“Kita harus memiliki passion di bidang yang kita geluti. Kita harus mencintai bidang yang menjadi denyut nadi hidup kita sehari-hari. Dalam dunia penulisan, kita harus tahan banting ketika tulisan kita dikembalikan untuk diperbaiki. Masih banyak peneliti kita yang merasa bahwa sekali menulis harus langsung publikasi. Ketika diminta memperbaikinya, banyak yang menyerah dan tidak mau melanjutkan untuk memperbaiki dan mempublikasikan,” ungkapnya.
Meski demikian, peneliti muda Indonesia menurutnya perlu menekankan pentingnya kolaborasi dalam memecahkan persoalan sosial di masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Agus-Pramusinto-Bersama-28-Ilmuwan-Internasional-Jadi-Mentor-Peneliti-Muda-Indonesia.jpg)