Berita Jogja Hari Ini

Sri Sultan HB X Angkat Bicara Soal Kekerasan yang Kembali Terjadi di Yogya dan Merenggut Korban Jiwa

Saat dimintai tanggapan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan aksi kekerasan yang baru terjadi.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peristiwa kekerasan kembali terjadi di salah satu asrama di DI Yogyakarta.

Peristiwa sempat direkam oleh seorang netizen dan viral di jagat maya. 

Salah satu cuplikan video menunjukkan sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil harus putar balik di Jalan Kusumanegara untuk menghindari insiden yang terjadi pada Selasa (23/8/2022) malam.

Baca juga: Personel Polsek Umbulharjo Ringkus Maling Motor yang Beraksi di Indekos Yogyakarta

Peristiwa kerusuhan berujung pada tindak penganiayaan berat yang mengakibatkan satu korban berinisial JTM (31) meninggal dunia.

Saat dimintai tanggapan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan aksi kekerasan yang baru terjadi.

Terlebih peristiwa serupa sudah terjadi berulang kali hingga menimbulkan berbagai macam kerugian baik materi maupun korban jiwa.

Raja Keraton Yogyakarta ini menganggap aksi tersebut terus berulang karena mahasiswa yang baru datang ke Yogyakarta kerap mendahulukan kekerasan.

"Mahasiswa baru begitu datang ke Yogya perlu penyesuaian. Nah penyesuaian ini yang sering salah paham. Kalau begini caranya ya tiap tahun (terjadi aksi kekerasan)," ungkap Sri Sultan HB X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (24/8/2022).

Sri Sultan HB X mengaku sudah beberapa kali menggelar dialog dengan mahasiswa agar mereka bisa menyesuaikan diri dengan karakter dan budaya Yogyakarta.

Dia yakin peristiwa kekerasan dapat dicegah jika mahasiswa dapat beradaptasi dan melakukan penyesuaian.

Baca juga: Info Kontrakan Jogja di Banguntapan, Dekat Dengan Kampus STIPRAM, UAD, UST, UTY

Sri Sultan HB X pun bersedia menemui langsung pihak-pihak yang bertikai jika perkara tersebut tak dapat tertangani secara damai.

"Kalau bertemu sama saya beri kami kesempatan untuk menyesuaikan diri. Ya nanti kalau nggak bisa diatasi saya disuruh terjun (mengatasi kasus itu)," imbuhnya.

"Mahasiswa baru begitu datang ke Yogya perlu penyesuaian nah penyesuaian ini yang sering salah paham," sambung Sri Sultan HB X. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved