Pembunuhan Daria Dugina
Menlu Rusia : Tak Ada Ampun bagi Pembunuh Putri Filsuf Alexander Dugin
Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan tak ada belas kasihan dan rasa ampun kepada pelaku yang menyebabkan kematian Daria Dugina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan, Moskow tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian Daria Dugina.
Penyelidik Rusia telah menuduh agen khusus Kiev mendalangi rencana pembunuhan jurnalis dan komentator politik Rusia dalam sebuah pemboman mobil Sabtu (20/8/2022) malam.
"Saya menganggapnya sebagai kejahatan barbar yang tidak bisa diampuni," kata Lavrov di Moskow, Rabu (23/8/2022).
Menlu Rusia menambahkan, penyelidikan Rusia atas pembunuhan itu diharapkan akan segera mengidentifikasi semua pelakunya.
“Yang pasti penyelenggara, tengkulak, dan pelaksana tidak ada ampun,” ujarnya.
Baca juga: Kiev Bantah Terlibat Bom Mobil yang Tewaskan Putri Filsuf Rusia Alexander Dugin
Baca juga: Sejak 1997 Filsuf Rusia Alex Dugin Sudah Prediksi Perang Pecah di Ukraina
Baca juga: PBB Ingin Investigasi Kematian Daria Dugina Putri Filsuf Rusia Alexander Dugin
Ketika ditanya apakah pembunuhan itu tindakan terorisme atau pembalasan yang dipersonalisasi, Lavrov menolak memberikan penilaian.
Dia membuat komentar selama konferensi pers bersama dengan timpalannya Menlu Suriah, Faisal Mekdad, di ibukota Rusia.
FSB, badan keamanan khusus Rusia, mengidentifikasi seorang wanita Ukraina, Natalya Vovk, sebagai tersangka pembunuh.
Dia telah memasuki Rusia dengan putri remajanya dan menyewa sebuah apartemen di blok yang sama di mana Dugina tinggal.
Dia diduga hadir di acara publik yang sama dengan jurnalis, yang kesimpulannya adalah mobil yang terakhir diledakkan.
Murut penyelidik, Vovk melarikan diri ke Estonia sebelum dia bisa ditangkap. Di media sosial beredar gambar ID bertuliskan nama tersangka yang menunjukkan dia anggota unit Garda Nasional Ukraina yang dikenal sebagai Batalyon Azov.
Kelompok ini berhaluan neo-Nazi, dikenal secara luas sebagai daftar nasionalis radikal Ukraina di jajarannya.
Pihak keamanan Rusia percaya Vovk bertindak atas perintah dari pemerintah Ukraina. Kiev telah membantah terlibat dalam pemboman itu.
Dugina adalah putri dari filsuf Alexander Dugin, seorang pemikir kontroversial yang dikenal karena pembelaannya terhadap eksepsionalisme Rusia.
Dia sering digambarkan di media barat memiliki pengaruh di belakang layar terhadap kebijakan luar negeri Kremlin.
Elite dan media arus utama barat menjulukinya “Otak Putin”. Ada yang menyebutnya pula “Rasputinnya Putin”. Siapa sebenarnya Alexander Dugin?
Media Russia Today menyebut Aleksandr Dugin orang yang anak. Ia lebih dikenal di luar negeri ketimbang di tanah airnya, Rusia.
Media barat menggunakannya untuk propaganda lewat pengelolaan atribusi dan narasinya versi mereka sendiri.
Dugin telah dijuluki 'Otak Putin' karena menghubungkan pemikiran-pemikirannya yang antibarat dan kebijakan politik Putin yang selaras dengan ide-ide Dugin.
Majalah Foreign Policy pernah memasukkan Dugin ke daftar 'Pemikir Global' 2014" karena dianggap jadi ideolog ekspansionis Rusia.
Namun, kenyataannya, kata Russia Today, dia tidak berpengaruh di Kremlin. Dia bahkan bukan tokoh arus utama di Moskow.
Sebaliknya, dia menjadi ‘totem’ atau semacam boneka bagi juru kampanye ultra-nasionalis, yang sebagian besar percaya Presiden Vladimir Putin terlalu moderat dalam kebijakan luar negerinya.
Dengan demikian, Dugin telah menjadi anomali yang aneh: terkenal di barat, tetapi menjadi sosok pinggiran di rumah.
Menyusul pembunuhan putrinya, Darya Dugina, beberapa orang berspekulasi ketenaran itu sendiri mungkin menjadi alasan bagi operator Ukraina untuk menjadikannya target.
Penulis anti-barat itu dilaporkan dirawat di rumah sakit setelah mengunjungi lokasi pengeboman mobil yang merenggut nyawanya, pada Sabtu malam.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menlu-sergei-lavrov_20180315_204650.jpg)