Pembunuhan Daria Dugina
Menlu Rusia : Tak Ada Ampun bagi Pembunuh Putri Filsuf Alexander Dugin
Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan tak ada belas kasihan dan rasa ampun kepada pelaku yang menyebabkan kematian Daria Dugina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Elite dan media arus utama barat menjulukinya “Otak Putin”. Ada yang menyebutnya pula “Rasputinnya Putin”. Siapa sebenarnya Alexander Dugin?
Media Russia Today menyebut Aleksandr Dugin orang yang anak. Ia lebih dikenal di luar negeri ketimbang di tanah airnya, Rusia.
Media barat menggunakannya untuk propaganda lewat pengelolaan atribusi dan narasinya versi mereka sendiri.
Dugin telah dijuluki 'Otak Putin' karena menghubungkan pemikiran-pemikirannya yang antibarat dan kebijakan politik Putin yang selaras dengan ide-ide Dugin.
Majalah Foreign Policy pernah memasukkan Dugin ke daftar 'Pemikir Global' 2014" karena dianggap jadi ideolog ekspansionis Rusia.
Namun, kenyataannya, kata Russia Today, dia tidak berpengaruh di Kremlin. Dia bahkan bukan tokoh arus utama di Moskow.
Sebaliknya, dia menjadi ‘totem’ atau semacam boneka bagi juru kampanye ultra-nasionalis, yang sebagian besar percaya Presiden Vladimir Putin terlalu moderat dalam kebijakan luar negerinya.
Dengan demikian, Dugin telah menjadi anomali yang aneh: terkenal di barat, tetapi menjadi sosok pinggiran di rumah.
Menyusul pembunuhan putrinya, Darya Dugina, beberapa orang berspekulasi ketenaran itu sendiri mungkin menjadi alasan bagi operator Ukraina untuk menjadikannya target.
Penulis anti-barat itu dilaporkan dirawat di rumah sakit setelah mengunjungi lokasi pengeboman mobil yang merenggut nyawanya, pada Sabtu malam.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menlu-sergei-lavrov_20180315_204650.jpg)