Kereta Peluru Jakarta-Bandung Telah Dikapalkan dari China ke Indonesia
China mulai mengapalkan unit kereta peleuru atau kereta cepat Jakarta-Bandung. Pengapalan dilakukan dari pelabuhan Qingdao, Shandong, China timur.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, QINGDAO – Rangkaian kereta peluru Jakarta-Bandung telah memulai perjalanan dari China ke Indonesia, Minggu (21/8/2022).
Lokomotif berikut gerbong-gerbong kereta peluru yang dibuat di China itu dikapalkan dari Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong di China timur.
Kapal kargo pembawa kereta peluru itu diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta akhir bulan ini.
Megaproyek kereta super cepat Jakarta-Bandung PP itu memasuki tahap akhir, dan diharapkan Juni 2023 sudah bisa dioperasikan.
Baca juga: Trial Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Jadi Tontonan Kepala Negara G20, Luhut Ungkap Progresnya
Baca juga: Mahasiswa UGM Teliti Tingkat Keselamatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Sebelum KTT G20 di Bali, sistem transportasi super cepat ini akan dijajal lewat praoperasi atau soft operational.
Kereta peluru ini memiliki kecepatan jelajah tertinggi 350 kilometer/jam atau 217 mph. Produk China ini untuk pertama kainya diekspor ke Indonesia.
Jika menggunakan kecepatan maksimal, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya akan berlangsung 40 menit, dari waktu tempuh normal tiga jam.
Proyek ini menjadi unggulan kerjasama Inisiatif Sabuk dan Jalan, proyek global perdagangan Beijing untuk menghubungkan ekonomi ke dalam jaringan perdagangan yang berpusat di China.
China telah mendanai sebagian besar biaya proyek senilai US$7,9 miliar. Kereta peluru ini dirancang dan diproduksi CRRC Qingdao Sifang Co Ltd.
Kereta pertama akan tiba di Jakarta pada akhir Agustus, dan pengiriman sisanya akan selesai secara bergelombang hingga awal 2023.
Teknologi yang digunakan berbasis kereta peluru Fuxing, standar Cina dan disesuaikan lingkungan operasional lokal dan kondisi jalur di Indonesia, serta untuk budaya lokal.
Jarak Jakarta-Bandung memiliki Panjang jaringn rel kereta 142 kilometer. Stasiun akhir di Bandung dibangun di luar kota, yang diproyeksikan jadi kota satelit ibu kota Jabar itu.
Debut kereta api berkecepatan tinggi ini dijajal pada 6 Agustus 2022 di Qingdao. Sebanyak 11 set kereta peluru dan kereta inspeksi menjalani tes di jaringan kereta Qingdao.
Menurut China Railway International, anak perusahaan dari China State Railway Group, yang mengawasi proyek tersebut, kereta ini meningkatkan fungsi dan dapat menawarkan layanan yang berkualitas.
Kereta dicat warna merah dan perak untuk mewakili dinamisme yang berkembang. Ada juga pola poligon merah menyerupai warna dan bentuk komodo, kadal terbesar di dunia, yang hidup di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kereta-Peluru-Jakarta-Bandung.jpg)