Berita Bantul Hari Ini
Pemkab Bantul Kembali Berangkatkan Transmigran, Kali ini ke Luwu Timur Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memberangkatkan calon transmigran ke Kabupaten Luwu Timur
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memberangkatkan calon transmigran ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (19/8/2022).
Terdapat 18 jiwa dari 5 KK yang diberangkatkan untuk menggarap lahan pertanian di Luwu Timur.
Salah satu calon transmigran, Eko Basarudin, (37) dari Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak mengaku motivasinya ikut program transmigrasi ini lantaran dirinya ingin mengikuti jejak adiknya yang telah sukses bertransmigrasi.
Baca juga: HDKD Jadi Momentum KemenkumHAM Introspeksi Diri
"Adik saya transmigrasi tahun 2015 di Mahalona dan sukses, saya ingin mengikuti jejak adik saya," ujarnya.
Di sisi lain, dirinya juga termotivasi karena para transmigran mendapatkan rumah dan lahan yang akan digarap. Eko mengaku bahwa di Bantul dirinya tidak punya rumah, dan selama ini bertani namun menggarap lahan milik orang lain.
"Nanti di sana dapat rumah, dua hektar lahan yang akan saya garap jadi perkebunan lada, karena prospek di sana," terangnya.
Niat Eko untuk bertransmigrasi pun didukung istri dan anaknya. Ia sudah memasukkan berkas sejak 2019 dan baru diberangkatkan tahun 2022 karena di tahun sebelumnya terkendala Covid-19.
Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan di tahun 2022 ini Pemkab Bantul mendapat alokasi penempatan transmigrasi sebanyak 15 KK.
Transmigran ditempatkan di Kabupaten Paser Kalimantan Timur, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan, Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat dan Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.
Pihaknya sudah memberangkatkan 3KK ke Kabupaten Muna dan untuk kali ini ada 5 KK yang diberangkatkan ke Luwu Timur.
Mereka yang berangkat ke Luwu Timur ini berasal dari Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak dan Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan.
"Dengan demikian tinggal menunggu surat perintah pemberangkatkan dari pusat di bulan-bulan yang akan datang, tinggal 7KK lagi," ujarnya.
Istirul memaparkan, para transmigran ini selain mendapat rumah juga mendapatkan dua lahan dengan total 2 hektar untuk digarap. Selain itu, masing-masing KK akan mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta yang akan diberikan ketika mereka sudah sampai di lokasi transmigrasi.
Mereka pun sebelumnya telah dibekali berbagai pelatihan seperti pertanian, perkebunan, perikanan, yang nantinya dapat bermanfaat di lokasi tujuan.
"Selain itu, mereka juga punya skill sendiri, misal ada yang jadi tukang listrik karena lulusan SMK elektro," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Disnakertrans-Bantul-Jumat-1982022.jpg)