Perang Rusia Ukraina
Staf Presiden Ukraina Sesumbar Pasukan Kiev Akan Hancurkan Jembatan Krimea
Mikhail Podolyak, staf khusus Presiden Ukraina mengancam pasukan Ukraina akan menghancurkan jembatan Krimea-Rusia, cepat atau lambat.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Kemenhan Rusia menyatakan jumlah kematian resmi di pihak mereka mencapai 1.351, dan 3.825 prajuritnya terluka.
Ketika diminta untuk mengomentari keadaan terkini di garis depan, mantan pejabat Pentagon itu mengatakan mayoritas personel Rusia telah diberi istirahat, diperbaiki, direorganisasi, untuk memperbarui serangan pada Agustus.
Macgregor mengklaim tanda-tanda pertama dari kejadian itu sudah terlihat, terutama di selatan. Dia memprediksi militer Rusia akan merebut kota pelabuhan utama Odessa, membuat Ukraina menjadi negara yang terkurung daratan.
“Ukraina tidak dapat mengumpulkan serangan balasan apa pun. Jadi, saya tidak melihat banyak bukti Ukraina dapat menghentikan ini, ” kata MacGregor.
Rusia Segera Rebut Odessa
Selain itu, MacGregor mengatakan kegiatan pasukan Rusia di selatan Kharkov di timur Ukraina tampak baginya seperti operasi pembentukan awal yang dimaksudkan membuka jalan bagi serangan besar di kemudian hari.
Dia menyimpulkan pertama datang operasi di selatan dan kemudian di Kharkov, menunjukkan sekali lagi tentara Ukraina tampaknya tidak dapat menghentikan keduanya.
MacGregor menambahkan dia memperkirakan serangan ini akan berakhir pada akhir Agustus-awal September.
Bulan lalu, sejumlah pejabat tinggi Ukraina menyarankan militer negara itu akan melancarkan serangan balasan di selatan negara itu pada Agustus untuk merebut kembali kota Kherson.
Namun, menurut Moskow, militer Rusia bersama dengan kekuatan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk baru-baru ini membuat kemajuan dan merebut wilayah.
Pada Sabtu, Mayjen Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pasukan Rusia epenuhnya membebaskan desa strategis Peski di Republik Rakyat Donetsk.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah menolak laporan New York Times tentang skala kerugian Rusia di Ukraina, menuduh surat kabar itu mengulangi poin pembicaraan pemerintah yang tidak diragukan lagi.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputniknews/Southfront/Aljazeera/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jembatan-Krimea-Rusia.jpg)