Konflik China Taiwan
Militer China Kembali Gelar Latihan Besar di Dekat Taiwan
Latihan besar militer China digelar Komando Timur PLA di Nanjing dan Guangdong melibatkan semua unsur darat, laut dan udara.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Karena Beijing melihat Taiwan sebagai provinsi China, ia juga melihat selat itu sebagai bagian dari perairan internalnya, bukan perairan internasional, seperti yang diklaim AS.
“Kami akan memastikan kehadiran, postur, dan latihan kami bertanggung jawab atas perilaku China yang lebih provokatif dan tidak stabil dalam mengarahkan situasi di Pasifik barat menuju stabilitas yang lebih besar,” kata Kurt Campbell, Koordinator Dewan Keamanan Nasional AS untuk Indo-Pasifik.
“Kami akan terus mengambil langkah tenang dan tegas untuk menegakkan stabilitas dalam menghadapi upaya berkelanjutan Beijing untuk melemahkannya, dan untuk mendukung Taiwan sejalan dengan kebijakan lama kami,” lanjutnya.
Pentagon mengatakan berencana melakukan transit udara dan laut reguler di selat itu, yang dipandang provokatif selama masa tenang, untuk tidak mengatakan apa pun tentang situasi saat ini.
Ini seperti menggemakan patroli Angkatan Laut AS di selat selama krisis Selat Taiwan Pertama dan Kedua tahun 1950-an, yang mencegah PLA melintasi selat dan menyatukan kembali negara itu.
Perjanjian pertahanan timbal balik dengan Taiwan sejak itu telah dibatalkan, karena AS tidak lagi secara resmi mengakui pemerintah Taiwan, membuat patroli baru semakin canggung.
Dari Guangdong, otoritas keamanan maritim China menginformasikan latihan militer dijadwalkan pada 16 Agustus di lepas pantainya di Laut China Selatan.
"Latihan militer akan digelar di lima wilayah Laut China Selatan mulai pukul 12:00 (4:00 GMT) hingga pukul 18:00 (10:00 GMT) pada 16 Agustus," bunyi pengumuman itu.(Tribunjogja.com/Sputniknews/RT/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kapal-Perang-China.jpg)