Kisah Inspiratif
Mahasiswa UNY Ini Kelola Limbah Tongkol Jagung yang Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
Dengan kemampuan Ade Kurniawan, limbah tongkol jagung itu berubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, tidak hanya manusia, tapi juga lingkungan.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Bisa jadi kotak tisu, nampan, gantungan kunci, lampu hias, keranjang dan masih banyak lagi.
Tentu, produk itu sudah melalui kontrol kualitas yang cukup ketat dari Ade sendiri.
“Sejak 2018 saya itu punya ide untuk mengolah ini. Syukurlah kemudian bisa mulai terjalin ide saya dan menghasilkan produk-produk dari limbah,” tambah Ade yang merupakan warga Kulonprogo.
ZERO WASTE
Ade enggan memproduksi produk limbah tongkol jagung dan menghasilkan limbah lain yang masih mengotori bumi.
Maka, dia memiliki ide untuk memanfaatkan serbuk dari hasil pengamplasan sebagai pakan ternak.
“Dari proses pembuatan produk ini juga menghasilkan limbah lagi, tapi limbahnya tidak terbuang karena bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Konsepnya zero waste gitu,” terangnya.
Sejauh ini, ia masih memanfaatkan limbah pengamplasan sebagai pakan ternak. Namun, ke depan, dia sudah memiliki rencana agar limbah amplas itu bisa jadi dekorasi dinding.
Adanya UMKM itu juga menginspirasi daerah lain untuk terus mengembangkan produk kerajinan dari sisa limbah melalui kontribusi masyarakat desa setempat.
“Saya berdayakan warga sekitar Ngaliyan, di Kulonprogo untuk olah limbah tongkol jagung jadi produk kerajinan. Jadi, biar sama-sama bisa bangkit. Kami sediakan pelatihan dan edukasi kerajinan limbah sisa hasil bumi juga,” beber Ade.
Bentuk usaha Cip Janggel juga terbagi menjadi dua, yaitu penjualan produk serta pelatihan dan edukasi kerajinan limbah.
Baca juga: Wisata Jogja yang Cocok untuk Menikmati Indahnya Gemerlap Cahaya Malam!
Menurut alumni SMA Negeri 1 Kalibawang Kulonprogo itu, usaha ini cocok dijalankan karena pada masa pandemi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan belum mampu adaptasi diri.
Dengan adanya kegiatan usaha ini diharapkan dapat memberikan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan taraf ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Kegiatan usaha yang dilakukan memperhatikan pengendalian limbah tongkol jagung yang berkelanjutan dan ramah lingkungan” katanya.
Sehingga, bentuk usaha ini mampu membina desa-desa di Indonesia menggunakan bahan serat alam, menjual kerajinan tongkol jagung dan penyediaan pelatihan bagi kaum disabilitas dan daerah sesuai dengan misi dan visi komunitas.