Perang Rusia Ukraina

Washington Minta Rusia Tarik Pasukan dari Pembangkit Nuklir Zaporozhye

Kemenlu AS mendesak Rusia menarik pasukannya dari PLTN Zaporozhye, dan menyerahkan kendali instalasi ke Ukraina.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Sergei Supinsky / AFP
(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 04 Februari 2022 Prajurit, di sebelah kendaraan lapis baja, ambil bagian dalam latihan taktis dan khusus bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Garda Nasional Ukraina, dan Kementerian Darurat di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Ukraina mengumumkan pada 24 Februari bahwa pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah pertempuran "kejam" pada hari pertama invasi Kremlin ke bekas tetangga Sovietnya. "Setelah serangan Rusia yang sama sekali tidak masuk akal ke arah ini, tidak mungkin untuk mengatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman. Ini adalah salah satu ancaman paling serius bagi Eropa saat ini," kata Mykhailo Podolyak, penasihat kepala administrasi kepresidenan. 

Kiev telah mengklaim Rusia adalah pihak yang menargetkan pabrik tersebut dalam dugaan plot untuk mendiskreditkan Ukraina.

Nebenzia menambahkan logika dasar menunjukkan Rusia tidak memiliki alasan untuk menargetkan fasilitas atau pasukannya sendiri yang ada di instalasi itu.

Serangan terhadap PLTN Zaporozhye teridentifikasi berasal dari wilayah yang dikuasai Ukraina di Dnepropetrovsk.

Jika bencana nuklir terjadi sebagai akibat dari penembakan itu, menurut Nebenzia semua tanggung jawab akan berada di sponsor barat dari rezim Kiev.

China, yang saat ini memimpin Dewan Keamanan PBB, telah meminta Rusia dan Ukraina untuk duduk di meja perundingan dan secara damai menyelesaikan situasi di sekitar Zaporozhye.

PLTN ini menjadi terbesar di Eropa dan menyimpan puluhan ton uranium dan plutonium yang diperkaya di inti reaktornya dan penyimpanan bahan bakar bekas.

Kepala IAEA mengatakan khawatir keamanan bahan radioaktif dapat dikompromikan di tengah permusuhan Rusia-Ukraina.

Seruan Sekjen PBB

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres mendesak Ukraina dan Rusia menciptakan zona demiliterisasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye.

Kiev dan Moskow menurut Gutteres harus bernegosiasi untuk membuatnya terlarang untuk tindakan militer apa pun di area itu.

“Saya mendesak para pihak untuk menarik personel dan peralatan militer dari pabrik dan menahan diri dari pengerahan pasukan atau peralatan lebih lanjut ke lokasi tersebut,” kata Gutteres.

“Sebaliknya, kesepakatan mendesak diperlukan di tingkat teknis tentang batas demiliterisasi yang aman untuk memastikan keamanan daerah tersebut,” lanjutnya di Markas PBB New York, Kamis (11/8/2022).

PLTN Zaporozhye, yang terletak di kota Energodar, Ukraina yang dikuasai Rusia, telah menjadi sasaran serangkaian serangan selama beberapa minggu terakhir.

Moskow menuduh Kiev meluncurkan serangan artileri dan pesawat tak berawak ke fasilitas itu, menyebut gerakan ini sebagai terorisme nuklir.

Kiev mengklaim Rusia adalah pihak yang menargetkan pabrik tersebut dalam dugaan plot untuk mendiskreditkan Ukraina.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved