Berita Sleman Hari Ini

Binda DIY Intensifkan Vaksinasi Booster di Sleman untuk Tekan Kasus Penularan Covid-19

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY terus mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster di tengah situasi

istimewa
Seorang warga menerima vaksin booster di massal di Klinik Dialisis Damai Sejahtera, Ngaglik, Sleman, Selasa (9/8/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY terus mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Sekadar informasi, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY pada Senin (8/8/2022) bertambah sebanyak 42 kasus.

Dengan penambahan itu maka total kasus terkonfirmasi di wilayah ini menjadi  222.806 kasus.

Pelaksana Vaksinasi Binda DIY, Aryo Adipati mengatakan, vaksinasi booster sangat diperlukan.

Baca juga: KPU Bantul dan Pemkab Bantul Bahas Usulan Anggaran Pilkada 2024, Ada Usulan Anggaran Prokes

Hal itu agar tercipta kekebalan tubuh dari wabah Covid-19 yang kembali meningkat. Menurut Aryo, masyarakat masih enggan menjalani vaksinasi dosis ketiga atau booster, sebab beranggapan pandemi Covid-19 telah berakhir.

"Padahal kan kasusnya (positif-red) masih ada, dan dalam beberapa pekan terakhir jumlahnya meningkat," kata Aryo di sela pelaksanaan vaksinasi booster massal di Klinik Dialisis Damai Sejahtera, Ngaglik, Sleman, Selasa (9/8)

Lebih lanjut Aryo mengatakan, saat ini banyak warga yang menganggap gejala Covid-19 cenderung ringan sehingga tidak perlu menaruh kekhawatiran berlebihan.

Hal senada turut disampaikan anggota DPR RI Dapil DIY H. Sukamto, yang turut meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang menyasar 1.000 masyarakat tersebut.

Baca juga: KPU Bantul dan Pemkab Bantul Bahas Usulan Anggaran Pilkada 2024, Ada Usulan Anggaran Prokes

"Vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terutama Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan DPR RI serta instansi terkait lainnya untuk menjaring masyarakat yang sampai sejauh ini belum vaksin (booster)," ujar Sukamto.

Sukamto mengatakan, capaian vaksinasi booster di Kabupaten Sleman masih tergolong rendah yaitu di bawah 40 persen.

Satu di antara penyebab masih rendahnya partisipasi masyarakat mengikuti vaksinasi booster menurut Sukamto lantaran masyarakat merasa dirinya sehat.

"Masyarakat jangan sampai terlena. Sebab Pemerintah memprediksi ke depan masih ada gelombang (pandemi Covid-19) susulan. Kalau mereka belum vaksin, tentu ini akan repot. Mereka yang sudah vaksin pun masih berpeluang terpapar, kalau mengabaikan protokol kesehatan," pungkasnya. (Han)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved