Berita Sleman Hari Ini

Bupati Sleman Minta Kelompok Jaga Warga Ikut Menjaga Kerukunan 

(Pemkab) Sleman, melalui Satuan Polisi Pamong Praja saat ini gencar mendorong tiap Padukuhan di Bumi Sembada agar membentuk kelompok jaga warga

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan kelompok jaga warga Padukuhan Medari cilik dan Ngemplak di Kalurahan Caturharjo Sleman, Jumat (5/8/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, melalui Satuan Polisi Pamong Praja saat ini gencar mendorong tiap Padukuhan di Bumi Sembada agar membentuk kelompok jaga warga.

Peran kelompok warga di tingkat Padukuhan ini dinilai sangat penting.

Selain menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban lingkungan juga berperan menjaga kerukunan antarwarga. 

Baca juga: Resmi Dilantik, HPN Kota Yogyakarta Usung Misi UMKM Naik Kelas

"Peran jaga warga tidak hanya untuk menjaga lingkungan. Tapi juga perlu menjaga kerukunan antarwarga sehingga tidak ada lagi sinyal-sinyal negatif yang dapat memecah kerukunan warga Sleman," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, setelah mengukuhkan kelompok jaga warga dusun Medari cilik dan Ngemplak, di Kalurahan Caturharjo, Sleman Jumat (5/8/2022). 

Jaga warga adalah kelompok masyarakat yang terbentuk di tingkat Padukuhan.

Berjumlah 25 orang yang terdiri dari berbagai unsur.

Di antaranya, unsur pemuda, perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pembentukan kelompok ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur DIY nomor 28/ 2021 tentang Kelompok Jaga Warga.

Di Kabupaten Sleman sendiri kelompok jaga warga hingga saat ini sudah terbentuk di 250 Padukuhan dari total 1.212 Padukuhan. 

Baca juga: Seorang Pria Paruh Baya di Galur Kulon Progo Meninggal secara Mendadak di Rumah, Diduga karena Sakit

Padukuhan Medari cilik dan Ngemplak di Kalurahan Caturharjo kini sudah terbentuk Jaga Warga.

Panewu Sleman, Suyanto berharap kehadiran jaga warga ini nantinya dapat menjaga suasana tenang di lingkungan warga.

Selain itu, para anggota jaga warga juga diharapkan dapat bersinergi dengan pranata sosial lain untuk mengoptimalisasikan potensi warga.

Terdapat 50 orang dari dua Padukuhan tersebut yang dikukuhkan sebagai kelompok jaga warga. 

"Semoga bisa menjadi tonggak untuk menjaga kedamaian dan kerukunan warga," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved