Konflik Rusia Ukraina

Ukraina Bom Penjara di Donetsk, Tewaskan 50 Anggota Resimen Azov

Serangan roket Ukraina menghantam pusat penahanan tahanan Azov di Donetsk, Jumat (29/7/2022). Serangan itu menewaskan sekurangnya 50 tawanan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
buzzfeed
FILE - Parade anggota Batalyon Azov, milisi sayap kanan Ukraina yang dikerahkan di wilayah Donbass selama 8 tahun terakhir. Kelompok neo Nazi itu telah diintegrasikan ke Garda Nasional Ukraina, dan sebagian besar kini telah dihancurkan pasukan Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Serangan artileri Ukraina pada Jumat, 29 Juli 2022 dilaporkan menghantam pusat penahanan tawanan perang Ukraina (POW) di Desa Elenovka Republik Rakyat Donetsk.

Roket-roket pasukan Kiev menghantam tepat di barak para tahanan anggota Resimen Neo Nazi Azov yang ditangkap pasukan Rusia dan milisi Donbass.

Dilaporkan sekurangnya 50 tahanan tewas, sisanya luka-luka. Laporan ini disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dan otoritas lokal di Republik Donetsk.

Pasukan Ukraina diperkirakan menggunakan roket HIMARS yang dipasok AS untuk serangan akurat ini.

Baca juga: Konflik Rusia Ukraina: Keberadaan Elemen Neo-Nazi Ukraina, Batalyon Azov Paling Nyata

Baca juga: Ini Batalyon Azov, Milisi Sayap Kanan Ukraina yang Disebut Berhaluan Neo Nazi

Baca juga: Rusia Sebut Hancurkan HIMARS Bantuan AS di Ukraina, Tapi Dibantah

Awalnya, Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip situs analisis intelijen Southfront.org, Sabtu 930/7/2022), melaporkan ada 40 tawanan perang Ukraina tewas, dan 75 lainnya terluka.

Belakangan, markas pertahanan teritorial Repubik Rakyat Donetsk melaporkan jumlah korban tewas mencapai 53.

Pasukan Donetsk terus membersihkan puing-puing, sehingga jumlah korban dapat bertambah. Delapan karyawan pusat penahanan menerima luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Serangan Tepat di Barak Tahanan Azov

Penyerangan dilakukan sekitar pukul dua dini hari. Targetnya adalah barak, di mana hanya militan dari Azov yang ditahan.

Target berhasil mengenai yang artinya pengintaian dan penentuan target dilakukan terlebih dahulu. Foto dan video yang diunggah Southfront menunjukkan kedahsyatan serangan itu.

Ranjang-ranjang berantakan terbakar. Potongan dan jasad manusia terlihat di dekat ranjang. Asap masih mengepul dari gedung yang dipakai pusat detensi itu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim provokasi terang-terangan dilakukan dengan tujuan mengintimidasi prajurit Ukraina dan mencegah mereka menyerah.

Sejumlah besar prajurit Ukraina secara sukarela meletakkan senjata mereka, karena mereka tahu tentang sikap manusiawi terhadap tawanan perang oleh pihak Rusia.

Alasan lain pembunuhan puluhan pejuang Ukraina adalah bahwa setelah berbulan-bulan diam, pejuang Azov mulai bersaksi tentang kejahatan perang yang diperintahkan rezim Kiev.

Begitu pula pengakuan aksi-aksi kejam yang dilakukan kelompok neo Nazi Ukraina dan prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina, termasuk penyiksaan terhadap tawanan perang Rusia dan warga sipil.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved