Berita Pendidikan Hari Ini

UII Wisuda 706 Lulusan, Rektor Ajak Alumni Berpikir Mandiri Tak Terjebak Narasi Pecah Belah Bangsa

Universitas Islam Indonesia ( UII ) mewisuda 706 lulusan yang terdiri dari 13 ahli madya, 624 sarjana, 67 magister, dan 2 doktor.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Wisuda periode VI Tahun Akademik (TA) 2021/2022 UII luluskan 706 wisudawan dan diselenggarakan Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII, Sabtu (30/7/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Islam Indonesia ( UII ) mewisuda 706 lulusan yang terdiri dari 13 ahli madya, 624 sarjana, 67 magister, dan 2 doktor.

Wisuda tersebut masuk dalam periode VI Tahun Akademik (TA) 2021/2022 dan diselenggarakan Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII , Sabtu (30/7/2022).

Rektor UII , Prof Fathul Wahid mengibaratkan wisudawan sebagai anak panah UII yang melesat yang bisa menebar manfaat dan menghadirkan maslahat. 

Menurutnya, relevansi kehadiran UII di tengah masyarakat, salah satunya ditentukan oleh kiprah para alumninya yang hebat.

Baca juga: Supremasi Pertanahan di DIY Disoroti Akademisi dan Peneiliti UII

“Saya juga ingin wisudawan berfokus pada ancaman keterbelahan bangsa,” paparnya dalam sambutan.

Dia menjelaskan, residu dari proses politik beberapa tahun terakhir telah menggiring banyak bangsa di dunia kepala keterbelahan atau polarisasi, Indonesia tak terkecuali.

Maka, ditambahkannya, fenomena ini memantik kesadaran bersama.

Ternyata, banyak dari masyarakat yang belum siap berdemokrasi secara dewasa. 

“Berdemokrasi secara dewasa membutuhkan beragam prasyarat, termasuk kemampuan berpikir mandiri dan tidak terjebak narasi publik, serta siap berbeda pendapat dengan tetap menghargai pihak lain,” bebernya.

Hanya dengan demikian, dia melanjutkan. persatuan bangsa dapat dijaga dan energi bangsa tidak bocor karena sesuatu yang kurang bermakna.

Ia berpesan, kesadaran seperti di atas perlu diingat terus untuk menjadi warga negara yang dewasa dan pemikir mandiri yang berani bersikap.

Wisudawan tidak boleh hanya menjadi buih yang terombang-ambing ombak narasi publik, dan sekaligus sanggup hidup dalam harmoni meski berbeda pilihan.

Baca juga: Program Percepatan Profesor, UII Tambah 1 Guru Besar di Bidang Ekonomi dari FBE

“Di daerah tempat Saudara berkarya nanti, silakan jalin hubungan dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia ( IKA UII ) setempat,” pintanya.

Diharapkan, wisudawan bisa terus terhubung dengan sumber energi positif untuk mengembangkan jejaring, mendiskusikan kontribusi kolektif.

Diskusi tidak hanya untuk UII , tetapi lebih penting untuk berandil menyelesaikan beragam masalah riil yang ada di tengah masyarakat.

“Tetaplah menjadi orang baik, yang keberadaannya dicari, kehadirannya dinanti, kepergiannya dirindui, kebaikannya diteladani, dan kematiannya ditangisi,” tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved