Berita Bantul Hari Ini

Pemkab Bantul Belum Melakukan Tes Acak Covid-19 ke Kalangan Pelajar

Data Dinkes Bantul, Minggu (25/7/2022), jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 123 orang yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Bantul.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi alat rapid test antigen 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bantul masih mengalami kenaikan tiap harinya.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul pada Minggu (24/7/2022), jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 123 orang yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Bantul.

Wakil Bupati Bantul sekaligus Ketua Harian Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo, mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 pada bulan Juli 2022 ini salah satunya adanya libur panjang sekolah dan juga masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Dari hasil analisa, karena memang kita kendor kaitannya dengan disiplin prokes, maka kita terus melakukan imbauan untuk tetap melakukan prokes dan anjuran pemerintah," ujarnya, Senin (25/7/2022).

Sebagai bentuk antisipasi lainnya, pihaknya tetap terus menggencarkan vaksinasi baik dosis 1, 2 maupun booster.

Selain dilakukan di pusat layanan kesehatan dan sentra vaksinasi Dinas Kesehatan, pihaknya juga berkolaborasi dengan TNI-Polri untuk melakukan percepatan vaksinasi, khususnya booster.

Di mana saat ini capaian vaksinasi booster di Kabupaten Bantul masih rendah yakni baru mencapai 23,81 persen dari 752.225 sasaran.

Sementara untuk upaya tracing, saat ini masih dilakukan sebatas mereka yang kontak erat dengan pasien Covid-19 dan pemerintah kabupaten Bantul belum menggelar upaya swab massal secara besar-besaran.

"Saat ini kita belum melakukan tracing secara besar, masih kasuistik saja. Kita lebih kepada treatment," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko, menyatakan bahwa pihaknya masih tetap menerapkan pembelajaran tatap muka (ptm) 100 persen untuk semua jenjang dari PAUD, TK, SD hingga SMP.

Kebijakan ini diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes Bantul dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul.

"PTM memang harus dilaksanakan karena kita harus segera mengejar ketertinggalan ketika dua tahun PJJ (pembelajaran jarak jauh). Dengan PTM ini dilakukan pemulihan dengan intens meningkatkan kualitas pembelajaran tatap muka dengan kurikulum baru yakni Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) mandiri," urainya.

Isdarmoko menyatakan bahwa pihaknya belum merencanakan melakukan tes acak kepada pelajar saat memasuki tahun ajaran baru 2022/2023.

"Tentu kan ada kondisi tertentu atau syarat tertentu untuk dilakukan tes acak kepada siswa dan itu harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul. Sejauh ini belum ada laporan siswa yang terpapar COVID-19," ujarnya.

Meski demikian, ia sudah meminta kepada seluruh kepala sekolah agar semuanya tetap dapat menerapkan protokol kesehatan, mulai dari cek suhu tubuh, mengenakan masker, mencuci tangan di air mengalir dan menghindari kerumunan.

"Kami juga terus melakukan penyisiran. Mendata siapa yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, agar segera dilakukan vaksinasi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved