Covid Centaurus

Virus CORONA Kembali Bermutasi! Ini Dia Omicron Centaurus!

Baru-baru ini varian covid yang terbaru yakni virus corona centaurus terdeteksi di beberapa negara termasuk Australia, AS, India, Inggris  dan Jerman.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
DOK. Marca.com
Ilustrasi foto Covid Centaurus atau Covid-19 varian Omicron BA.2.75 

TRIBUNJOGJA.COM - Virus Corona terus berkembang dan bermutasi menjadi lebih banyak serta lebih kuat, terbaru adalah varian Centaurus. 

Virus corona Centaurus terdeteksi di beberapa negara termasuk Australia, AS, India, Inggris  dan Jerman.

Virus Covid varian baru ini disebut BA.2.75 yang merupakan subvariant dari omicron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan BA.2.75 sebagai varian yang bisa menimbulkan kekhawatiran.

“Virus Corona Centaurus pertama kali terdeteksi pada bulain Mei, tapi baru pada awal bulan Juli ini mulai menimbulkan lebih banyak kekhawatiran.” direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan organisasi itu melacaknya pada 6 Juli.

Artinya perkembangan virus ini masih dipantau tapi belum ada bukti akan menimbulkan masalah yang besar.

Jumlah yang terinfeksi virus ini masih terbilang relative rendah.

Namun virus corona centaurus ini lebih umum untuk menyebar di wilayah India karena ia tak harus bersaing dengan virus sebelumnya melainkan itu merupakan evolusi darinya.

Namun, sejumlah besar mutasi yang memisahkan varian baru ini dari pendahulunya yakni omicron juga memicu kekhawatiran para ahli.

varian covid baru centaurus
varian covid baru centaurus (kompas.com)

Beberapa dari mutasi tersebut berada di area yang memungkinkan virus untuk mengikat dirinya pada tubuh lebih kuat dan efesien.

Perubahan genetik merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan juga oleh para ahli karena hal tersebut mungkin saja membuat virus lebih mudah untuk melewati antibodi yang digunakan sebagai pelindung sehingga lebih mudah menular.

Pakar Virologi asal Amerika Serikat, Matthew Binnicker, di Mayo Clinic Rochester, Minnesota mengatakan bahwa “Masih terlalu dini bagi kami untuk menarik terlalu banyak kesimpulan” .

(MG Voni Amelia)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved