Lulusan SMK Akuntansi Berpeluang Optimalkan Peran BUMDes

Hal itu disampaikan CEO KJA (Kantor Jasa Akuntan) ASP, Atik Sri Purwantiningsih, SE,MAcc, Ak.CA dalam presentasinya dalam rangka kunjungan industri

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Kunjungan industri para siswa dan guru SMK Takhassus Al-Qur’an Al-Fathoniyah Kertek Wonosobo ke Kantor KJA ASP yang berlokasi Perum Permata Hijau Ketawang Gamping Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Sampai saat ini masih ada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang belum berkembang optimal.

Karena kurangnya pemahaman dalam penyajian laporan keuangan sesuai standar dan yang berperan dalam keuangan BUMDes tidak punya background akuntansi.

Hal itu disampaikan CEO KJA (Kantor Jasa Akuntan) ASP, Atik Sri Purwantiningsih, SE,MAcc, Ak.CA  dalam presentasinya dalam rangka kunjungan industri para siswa dan guru SMK Takhassus Al-Qur’an Al-Fathoniyah Kertek Wonosobo ke Kantor KJA ASP yang berlokasi Perum Permata Hijau Ketawang Gamping Sleman.

Baca juga: PSS Sleman Ditarget Finish di 10 Besar, Seto Nurdiyantoro: Kita Perbaiki Prestasi dari Musim Lalu

“Namun karena kantor kami hanya satu rumah, sehingga tidak mampu menampung para siswa dan guru yang jumlahnya cukup banyak. Karena itu kami mohon maaf sebesar-besarnya, karena adik-adik kami terima di sini supaya bisa berdiskusi dan sharing dengan nyaman,” kata Atik di hadapan 78 siswa dan 12 guru pendamping SMK Takhassus Al-Qur’an Jurusan Akutansi, di Sekar Wangi Resto.

Lebih lanjut Atik mengutip data Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT 2018, saat ini ada 41.000 BUMDes dari total 74.957 desa.

Omzet BUMdes Rp 160 juta per bulan. Namun ada juga BUMDes yang belum berkembang optimal.

Karena itu perlu pendampingan dari akuntan agar BUMDes berkembang lebih optimal.

Di bagian lain Atik yang juga sebagai Ketua HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) DPC Sleman ini mengungkapkan peluang kerja bagi akuntan cukup banyak antara lain di sektor privat (3 juta wajib pajak badan, 115 bank umum, 619 perusahaan tercatat di bursa, 115 BUMN, 1.597 Bank Perkreditan Rakyat, 138 asuransi), di perpajakan (sekitar 42 wajib pajak terdaftar di tahun 2018).

Selain itu, di tahun 2019 tercatat ada 495 kantor Jasa Akuntan.

Atik mengaku banyak menerima karyawan yang berlatarbelakang dari SMK, karena jauh lebih matang.

KJA ASP juga melakukan inhouse training (perusahaan dan yayasan) dan public training di 200 entitias laba dan non laba di seluruh Indonesia serta ada juga klien personal perpajakan (dokter umum/spesialis, dosen dan pengusaha).

Baca juga: Manajemen PSS Sleman Canangkan Target Finish 10 Besar di Liga 1 2022

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Takhassus Al-Qur’an Al-Fathoniyah Wonosobo, Imron Rosadi, S.Kom., mengatakan kegiatan ini merupakan kunjungan industri agar anak didik mengambil jurusan akutansi mendapat gambaran pekerjaan apa yang bisa diambil.

Selain itu agar menambah wawasan anak didik, pengalaman, jaringan, serta agar mempunyai wawasan yang lebihvdibanding  yang lain.

“Kami memilih KJA ASP sebagai tempat kunjungan bagi anak didik, karena walaupun KJA ASP belum lama berdiri,  namun sudah tumbuh menjadi kantor jasa akuntan yang kompetitif, diminati masyarakat dan  manfaat untuk banyak pihak,” ungkap Imron. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved