Berita Gunungkidul Hari Ini
Satpol PP DIY Akan Tertibkan 35 Lapak Pedagang di Bahu JJLS Gunungkidul
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar sosialisasi terhadap para pedagang dan pelaku wisata di Girisekar
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar sosialisasi terhadap para pedagang dan pelaku wisata di Girisekar, Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Sosialisasi itu menjadi awal upaya penertiban para pedagang di bahu Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) DIY.
Sebab menurutnya bangunan lapak semi permanen para pedagang yang berada di bahu JJLS tidak berizin dan perlu ditertibkan.
Baca juga: DLH Sebut Pencemaran Limbah di Kali Gadekan Kota Magelang Diselesaikan Secara Restorative Justice
"Untuk mengantisipasi menjamurnya pedagang dadakan yang berjualan di sepanjang jalan nasional atau JJLS khususnya ruas jalan Jeruk Wudel- Baran- Karang Duwet dan Legundi -Playan di wilayah Girisekar Panggang Gunungkidul, kami bersama intansi terkait termasuk Balai besar pelaksanaan jalan nasional, PU ESDM DIY, Satpol PP Gunungkidul, melakukan sosialisasi ke pedagang di Girisekar," kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP DIY Nur Hidayat, ditemui Senin (18/7/2022).
Dia mengatakan, pihaknya juga menggandeng Dishub setempat serta aparat lainnya untuk melalukan sosialisasi itu.
Nur Hidayat menjelaskan, saat ini ada sekitar 35 pedagang yang membangun lapak semi permanen di sepajang JJLS tersebut.
"Sepanjang jalan tersebut harus bebas dari para pedagang dan bangunan, karena ke depan akses tranportasi dan infrastruktur jalan nasional di Gunungkidul akan terus ditingkatkan, "ungkapnya.
Ditambahkan, solusi untuk penertiban para pedagang saat ini sudah disediakan lahan untuk relokasi berupa tanah kas desa milik Kalurahan Girisekar yg ada di sekitar rest area Bulusari seluas lebih kurang 4 hektare.
"Dalam waktu dekat pihak Satpol PP DIY, Paniradya Kaistimewan dan Bappeda DIY akan koordinasi untuk mediasi soal ini. Harapanya mereka bisa legowo untuk ditertibkan," terang dia.
Menurutnya, para pedagang di sana mulai membuka lapak lantaran jalur tersebut mulai ramai dilalui bus pariwisata.
Baca juga: Beberapa Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Bantul karena Gelombang Tinggi
Sehingga dinilai menjadi ladang penghasilan warga sekitar JJLS.
Anggota Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi mendukung upaya penertiban pedagang yang berjualan di bahu jalan JJLS.
Akan tetapi, dia menekankan bahwa pemerintah DIY harus menyiapkan lahan relokasi.
"Pemerintah sudah semestinya menyiapkan dan mengatur pedagang di JJLS, jika ditertibkan harus sediakan tempat baru," terang dia. (hda)