Berita Bantul Hari Ini

Gubernur DIY Kunjungi Pantai Depok Pasca Gelombang Tinggi, Sri Sultan HB X: Desain Ulang Kawasan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebut kejadian gelombang tinggi yang menerjang Pantai Depok sebagai momentum penataan kawasan yang lebih bai

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau Pantai Depok, Selasa (19/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebut kejadian gelombang tinggi yang menerjang Pantai Depok sebagai momentum penataan kawasan yang lebih baik.

Dengan demikian, Pantai Depok memenuhi persyaratan kawasan wisata. 

"Karena kita bicara kawasan berarti kita mendesain ulang kawasan itu lebih bersih, tertib, lokasi tidak membahayakan. Orang datang ke laut mau lihat laut, tapi lautnya ditutupi kios kan aneh bagi saya," ujarnya saat mendatangi Pantai Depok, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Bupati Halim: Pemkab Bantul Telah Data Kerugian Akibat Gelombang Tinggi di Pantai Depok

Dengan kondisi yang lebih tertata maka akan mendukung Yogyakarta menjadi kota tujuan wisata.

Pihaknya pun menawarkan kesepakatan kepada warga masyarakat sekitar termasuk Pemkab Bantul untuk melakukan penataan kawasan.

Skema pembiayaan bisa melalui APBD selama 2-3 tahun anggaran atau melalui perbankan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendampingi Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat meninjau kondisi terkini Pantai Depok pascagelombang tinggi, Selasa (19/7/2022).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendampingi Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat meninjau kondisi terkini Pantai Depok pascagelombang tinggi, Selasa (19/7/2022). (TRIBUNJOGJA.COM/SANTO ARI)

"Kira-kira memungkinkan nggak menata kawasan ini? Sehingga orang datang merasa nyaman. Semua ini memerlukan kesepakatan kita. Bukan berarti merubuhkan bangunan, tidak. Kecuali jika kawasan ini sudah terbangun, (bangunan) bisa mundur ke utara agar bisa merasa aman. Tidak terlalu dekat dengan pantai," ujarnya.

Ngarsa Dalem menegaskan bahwa pantai bukanlah milik pribadi tapi milik publik.

Maka seharusnya publik atau wisatawan bisa dengan mudah mengakses pantai. 

"Pantai itu bukan milik kita, pantai itu mestinya milik publik, orang mudah mengakses pantai. Wong dodol kok nutup laut, piye?" katanya.

Kondisi Pantai Depok, Bantul, Selasa (19/7/2022)
Kondisi Pantai Depok, Bantul, Selasa (19/7/2022) (TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari)

Penataan ini merupakan tantangan pemerintah dalam menumbuhkan aktivitas wisata baru.

Tak hanya untuk menikmati suasana pantai namun wisatawan yang datang untuk berburu kuliner juga merasa aman dan nyaman. 

"Sekarang tergantung kita, bagaimana kita membangun kawasan Depok dengan fasilitas yang lebih baik, ada panggung untuk pentas seni. Melihat pentas tari sambil makan produk dari laut, melihat nelayan berangkat maupun pulang membawa hasil," urainya. 

Maka dari itu pihaknya memberikan ruang kepada warga dan pemerintah kabupaten Bantul termasuk pemerintah daerah provinsi DIY untuk berembug, menyusun perencanaan yang lebih baik. 

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih pun menyatakan bahwa ini merupakan angin segar bagi Kabupaten Bantul karena Ngarsa Dalem berkehendak untuk penataam Pantai Depok ini ditata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved