Jalan Desa Kebon Klaten Rusak Diterjang Lalu Lalang Truk Pembawa Tanah Tol Yogya-Solo

Ruas jalan penghubung antardesa yang berada di Desa Kebon , Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten , Jawa Tengah rusak karena sering dilalui Truk

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Penampakan jalan penghubung antar desa di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten yang rusak, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Ruas jalan penghubung antardesa yang berada di Desa Kebon , Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten , Jawa Tengah rusak karena sering dilalui Truk pembawa tanah urug untuk proyek Tol Yogya-Solo .

Dalam sehari terdapat puluhan Truk membawa material tanah urug lalu lalang di jalan desa itu.

kerusakan jalan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Kepala Desa Kebon , Sukaca mengatakan untuk saat ini aktivitas galian gol C untuk tanah urug jalan tol di desa itu sudah dihentikan.

Baca juga: Profil Roy Citayam, Seleb Dadakan di Citayam Fashion Week yang Tolak Beasiswa dari Menparekraf

"Sampai Rabu (20/7/2022), Truk dan tambang galian c diminta tidak beroperasi dahulu. Rabu depan akan koordinasi di Kecamatan," ucapnya pada TribunJogja.com, Senin (18/7/2022).

Menurut dia, pada awalnya jalan desa yang rusak itu sudah diaspal dan kondisinya juga sudah rusak atau berlubang di beberapa titik.

Kemudian, beberapa ruas jalan yang berlubang ditambal dengan tanah liat sehingga saat hujan turun tanah liat tersebut berubah menjadi licin dan cukup mengganggu kendaraan yang melalui jalan itu.

"Kalau jalan yang rusak dan ditambal di desa saya ada sekitar 700 meter, kalau sisanya di desa tetangga karena ini kan dekat perbatasan," ulasnya.

Ia menjelaskan, inisiatif perbaikan jalan dari pihak penambang seperti pengerasan jalan sudah dilakukan, namun untuk debu, penyiraman debu dengan air sedang dibahas.

"Nanti jalannya dipadatkan, seperti jalan sirtu," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DPUPR Klaten, Suryanto mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas masalah ini.

Menurutnya kerusakan jalan di Desa Kebon disebabkan oleh aktivitas Truk pengangkut urugan jalan tol.

Sehingga, pihaknya bersama Bagian Pembangunan tengah menyusun agenda pertemuan dengan pengelola tol, yakni PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) menangani hal tersebut.

"Kerusakan terjadi karena dilewati truk yang mengangkut urugan tanah untuk jalan tol. Namun kami sudah bersurat kepada pelaksana pembangunan jalan tol (PT JMM) dan sudah berkoordinasi dengan Kabag Pembangunan rapat bersama mereka mencari solusi," katanya.

Baca juga: Babak Awal Proses Penetapan Gubernur DIY, DPRD DIY Terima Dokumen Persyaratan Calon Kepala Daerah

Suryanto mengatakan, pihaknya saat ini masih menginventarisir jalan-jalan kabupaten dan desa yang rusak akibat pembangunan tol sebagai bahan rapat dengan pengembang tol nanti.

Ia juga akan menyampaikan keluhan masyarakat tersebut pada rapat bersama pengelola dan pemerintah daerah yang dilewati Tol Yogya-Solo itu.

"Sementara ini kami inventarisasi jalan-jalan desa dan jalan kabupaten yang rusak sebagai bahan rapat yang akan kita agendakan dengan PT JMM," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved